Minggu, 28 Oktober 2012

Nama-nama Mineral dan Kegunaanya


11. Gipsum
 Gipsum (CaSO4.2H2O) mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan, gipsit alabaster, satin spar, dan selenit. Gipsum umumnya berwarna putih, namun terdapat variasi warna lain, seperti warna kuning, abu-abu, merah jingga, dan hitam, hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gypsum. Gipsum umumnya mempunyai sifat lunak, pejal, kekerasan 1,5 – 2 (skala mohs), berat jenis 2,31 – 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/l pada 00C yang meningkat menjadi 2,1 gr/l pada 400C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gypsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batugamping, serpih merah, batupasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Gipsum dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya (Berry, 1959), yaitu: endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol volkanik, efflorescence pada tanah atau goa-goa kapur, tudung kubah garam, penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batugamping.
12. Grafit
Grafit umumnya berwarna hitam hingga abu-abu tembaga, kekerasan 1 – 2 (skala Mohs), berat jenis 2,1 – 2,3, tidak berbau dan tidak beracun, serta tidak mudah larut, kecuali dalam asam hidroflorik atau aqua regia mendidih. Proses dekomposisi berlangsung lambat pada suhu 6000C dan dalam kondisi oksida atau pada suhu 3.5000C bila kondisi bukan oksida. Grafit adalah mineral yang dapat berasal dari batuan beku, sedimen, dan metamorf. Secara kimia, grafit sama dengan intan karena keduanya berkomposisi karbon, yang membedakannya adalah sifat fisik. Intan dikenal sangat keras, langka, dan transparan, sedangkan grafit agak lunak, mudah ditemukan, dan opak. Menurut Kuzvart (1984) grafit dapat terjadi secara proses magnetik awal, kontak magmatik, hidrotermal, metamorfogenik, dan residual. Belum ditemukan daerah yang berpotensi di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia masih megimpor grafit.
13. Kalsit
 Kalsit merupakan mineral utama pembentuk batugamping, dengan unsur kimia pembentuknya terdiri dari kalsium (Ca) dan karbonat (CO3), mempunyai sistem kristal Heksagonal dan belahan rhombohedral, tidak berwarna dan transparan. Unsur kalsium dalam kalsit dapat tersubtitusi oleh unsur logam sebagai pengotor yang dalam prosentasi berat tertentu membentuk mineral lain. Dengan adanya substitusi ini ada perubahan dalam penulisan rumus kimia yaitu CaFe (CO3)2 dan MgCO3 (subtitusi Ca oleh Fe), CaMgCO3, Ca2MgFe (CO3)4 (subtitusi oleh Mg dan Fe) dan CaMnCO3 (substitusi oleh Mn). Sifat fisika dari kalsit adalah bobot isi 2,71; kekerasan 3 (skala Mohs); bentuk prismatik; tabular; pejal; berbutir halus sampai kasar; dapat terbentuk sebagai stalaktit, modul tubleros, koraloidal, oolitik atau pisolitik. Warna kalsit yang tidak murni adalah kuning, coklat, pink, biru, lavender, hijau pucat, abu-abu, dan hitam. Penggunaan kalsit saat ini telah mencakup berbagai sektor yang didasarkan pada sifat fisik dan kimianya. Penggunaan tersebut, meliputi sektor pertanian, industri kimia, makanan, logam dan lainnya. Dilihat dari kejadiannya, kalsit secara umum berkaitan erat dengan batu-gamping dan aktifitas magma, namun berdasarkan data hasil penelitian baru diketahui di sepanjang pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan dan utara (sebagian kecil). Bentuk endapan dapat datar, bukit atau berupa lensa. Cadangan yang diketahui merupakan klasifikasi cadangan tereka di daerah Indarung (10,1 juta ton), Sumatera Barat (10 juta ton) dan Begelan di Kabupaten Purwokerto (0,1 Juta ton).
14. Kromit
 Kromit merupakan satu-satunya mineral yang menjadi sumber logam kromium. Mineral ini mempunyai komposisi kimia FeCr2O3. Kromit mempunyai sifat antara lain berwarna hitam, bentuk kristal massif hingga granular, sistim kristal oktahedral, goresan berwarna coklat, kekerasan 5,5 (skala mohs), dan berat jenis 4,5 – 4,8. Komposisi kimia kromit sangat bervariasi karena terdapat usur-unsur lain yang mempengaruhinya, karena itu berdasarkan nisbah Cr:Fe, kromit dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: kromit kaya krom, kaya aluminium, dan kaya besi. Kromit dapat terjadi sebagai endapan primer, yaitu: tipe cebakan stratiform dan podiform, atau sebagai endapan sekunder berupa pasir hitam dan tanah laterit. Potensi kromit di Indonesia cukup besar, hal ini dikarenakan kromit terbentuk pada batuan induknya yaitu ofiolit, sedangkan penyebaran ofiolit di Indonesia diperkirakan lebih dari 80 ribu km2. Penyebaran kromit tersebut terdapat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua.
15. Magnesit
 Magnesium merupakan logam yang teringan, dengan berat jenisnya 1,74, cukup kuat dan dalam bentuk alloy, tahan terhadap korosi di udara tetapi tidak tahan terhadap air laut, serta mudah terbakar. Jumlah mineral yang mengandung magnesium tercatat sebanyak 244 buah. Magnesit dapat ditemukan dalam mineral sekunder dan biasanya berasosiasi dengan batuan sedimen atau batuan metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali brukit. Magnesit ditemukan didalam batuan serpentin. Mineral-mineral lain yang sering ditemukan bersama magnesium adalah talk, limonit, opal, dan kalsit. Magnesit umumnya jarang ditemukan dalam bentuk mineral, tetapi secara utuh terdapat pada larutan padat siderit (FeCO3) bersama-sama Mn dan Ca yang dapat menggantikan unsur Mg. Magenesit sering digunakan untuk bahan refraktori, industri semen sorel, bahan isolasi, pertanian, peternakan, industri karet, dll. Mineral magnesit keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit akan mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang mengandung mangnesit adalah dolomit (Ca Mg(CO3)2, magnesit zedin (Mg CO3), epsonil (Mg So4) 7 H2O, dan brukit (Mg (OH) 2. Batuan dan mineral tersebut dapat ditemukan di DI. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah , Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian Jaya.
 16. Mangan
Mangan termasuk unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu. Mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik, kekerasan 2 – 6, berat jenis 4,8, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial. Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori, sedangkan yang berkomposisi karbonat adalah rhodokrosit, serta rhodonit yang berkomposisi silika. Cebakan mangan dapat terjadi dalam beberapa tipe, seperti cebakan hidrotermal, cebakan sedimenter, cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, cebakan metamorfosa, cebakan laterit dan akumulasi residu. Sekitar 90% mangan dunia digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi antara lain untuk produksi baterai kering, keramik dan gelas, kimia, dan lain-lain. Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
17. Perak
 Perak merupakan logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga. Kegunaannya adalah untuk perhiasan, cindera mata, logam campuran, dll. Potensinya selalu berasosiasi dengan logam lainnya seperti emas dan tembaga
18. Phiropilit
Piropilit adalah paduan dari alumunium silikat, yang mempunyai rumus kimia Al2O3.4SiO2H2O. Mineral yang termasuk piropilit adalah kianit, andalusit, dan diaspor. Bentuk kristal piropilit adalah monoklin serta mempunyai sifat fisik dan kimia yang mirip dengan talk. Piropilit terbentuk umumnya berkaitan dengan formasi andesit tua yang memiliki kontrol struktur dan intensitas ubahan hidrotermal yang kuat. Piropilit terbentuk pada zone ubahan argilik lanjut (hipogen), seperti kaolin, namun terbentuk pada temperatur tinggi dan pH asam. Kegunaan piropilit adalah untuk pakan ternak, industri kertas sebagai pengganti talk, dan lain-lain. Piropilit terdapat di beberapa tempat yang diakibatkan munculnya formasi andesit tua, seperti di Pulau Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Sulawesi. 19. Talk
 Talk adalah mineral yang sangat lunak dengan komposisi kimia 3Mg.4SiO4H2O, dan biasanya terjadi sebagai mineral sekunder hasil hidrasi batuan pembawa magnesium (magnesium bearing rock), seperti peridotit, gabro, dan dolomit. Endapan talk umumnya hampir sama di setiap daerah, sebagian besar batuan induk untuk formasi talk merupakan batuan dolomit (kemurnian talk tinggi) dan ultramafik (kemurnian talk rendah). Talk mempunyai sifat halus, licin, penghisap minyak dan lemak, konduktivitas listrik rendah, penghantar panas tinggi, dan electric strength tinggi. Potensi endapan talk yang telah diketahui terdapat di Kebumen (Jawa Tengah), dan Halmahera Tengah (Maluku).
20. Tembaga
Tembaga (Cu) mempunyai sistim kristal kubik, secara fisik berwarna kuning dan apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan. Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral, tetapi hanya sedikit saja yang komersial. Pada endapan sulfida primer, kalkopirit (CuFeS2) adalah yang terbesar, diikuti oleh kalkosit (Cu2S), bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama dalam bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO3.2HO), malasit (Cu2(OH)2CO3), dan azurit (Cu3(OH)2(CO3)2). Deposit tembaga dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu: deposit porfiri, urat, dan replacement, deposit stratabound dalam batuan sedimen, deposit masif pada batuan volkanik, deposit tembaga nikel dalam intrusi/mafik, serta deposit nativ. Umumnya bijih tembaga di Indonesia terbentuk secara magmatik. Pembentukan endapan magmatik dapat berupa proses hidrotermal atau metasomatisme. Logam tembaga digunakan secara luas dalam industri peralatan listrik. Kawat tembaga dan paduan tembaga digunakan dalam pembuatan motor listrik, generator, kabel transmisi, instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan bermotor, konduktor listrik, kabel dan tabung coaxial, tabung microwave, sakelar, reaktifier transsistor, bidang telekomunikasi, dan bidang?bidang yang membutuhkan sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, seperti untuk pembuatan tabung?tabung dan klep di pabrik penyulingan. Meskipun aluminium dapat digunakan untuk tegangan tinggi pada jaringan transmisi, tetapi tembaga masih memegang peranan penting untuk jaringan bawah tanah dan menguasai pasar kawat berukuran kecil, peralatan industri yang berhubungan dengan larutan, industri konstruksi, pesawat terbang dan kapal laut, atap, pipa ledeng, campuran kuningan dengan perunggu, dekorasi rumah, mesin industri non?elektris, peralatan mesin, pengatur temperatur ruangan, mesin?mesin pertanian. Potensi tembaga terbesar yang dimiliki Indonesia terdapat di Papua. Potensi lainnya menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
21. Yodium            
 Yodium biasanya terjadi di alam hanya sebagai yodat dan yodida atau kombinasi keduanya. Unsur yodium dalam kerak bumi, diantaranya adalah lautarit (IO3)2 atau kalsium yodat, dan dietzet (Ca (IO3)2 (CrO4) atau kalsium yodat kromat. Keberadaan yodium di Indonesia tidak jauh berbeda kondisi kegeologiannya dengan keberadaan air dan minyak bumi, yaitu merupakan air konat atau air purba yang mengan-dung yodium dengan berbagai variasi dalam suatu endapan permeabel yang terjebak bagian atas dan bawahnya oleh lapisan impermeabel. Seperti halnya di Watudakon Jawa Timur reservoar yang mengandung yodium terjebak dalam suatu Antiklin Pucangan, Tempuran, dan Antiklin Segunung. Mineral yang mengandung yodium ini bersifat halus, dengan kilap kaca, berwarna abu-abu kehitaman mengandung unsur non logam, berat jenis sekitar 4,9. Potensi yodium di Watukadon total volume struktur antiklinnya sekitar 4,847 milyar m3, dengan total potensi struktur terisi gas adalah 472,19 juta m3, sedangkan struktur terisi brine adalah 4,375 milyar m3 dan cadangan potensial mencapai 288 juta m3. Yodium mempunyai titik leleh pada 113°C, dan menguap pada temperatur 184,4 ° C menjadi gas biru-ungu dengan bau kurang sedap. Dalam industri farmasi yodium dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk tingtur (larutan obat dalam alkohol), kesehatan (sanitary), industri desinfektan, dan herbisida. Yodium digunakan dalam garam rakyat untuk meningkatkan kualitas garam tersebut agar layak dan sehat untuk dikonsumsi. Potensi yodium di Indonesia berdasarkan Tushadi Madiadipoera (1990) tersebar di beberapa lokasi dengan cadangan yang umumnya masih sumberdaya. Kandungannya berkisar dari yang terkecil hingga mencapai 182 mg/lt. Di beberapa tempat, muncul sebagai air lolosan (seepage) dengan debit 0,5 – 170 m3/hari. Lokasi cadangan yodium yang sudah dieksploitasi adalah di Watokadon Mojokerto, Jawa Timur dengan kapasitas 400 - 600 kl/air asin/hari dan mutu sekitar 112 - 182 mg/lt. Yodium di daerah ini terdapat dalam Formasi Kalibeng umur Miosen.
22. Zeolit
Zeolit alam merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi, dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah. Senyawa ini berstruktur tiga dimensi dan mempunyai pori yang dapat diisi oleh molekul air. Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah klinoptirotit, yang mempunyai rumus kimia (Na3K3)(Al6Si30O72).24H2O. Ion Na+ dan K+ merupakan kation yang dapat dipertukarkan, sedangkan atom Al dan Si merupakan struktur kation dan oksigen yang akan membentuk struktur tetrahedron pada zeolit. Molekul-molekul air yang terdapat dalam zeolit merupakan molekul yang mudah lepas. Zeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat riolitik dengan air pori atau air meteorik. Penggunaan zeolit adalah untuk bahan baku water treatment, pembersih limbah cair dan rumah tangga, untuk industri pertanian, peternakan, perikanan, industri kosmetik, industri farmasi, dan lain-lain. Zeolit terdapat di beberapa daerah di Indonesia yang diperkirakan mempunyai cadangan zeolit sangat besar dan berpotensi untuk dikembangkan, yaitu Jawa Barat dan Lampung.
23. Zirkon
Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zirkon/zirkonium silika (ZrO2.SiO2) dan baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO2). Kedua mineral ini dijumpai dalam bentuk senyawa dengan hafnium. Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya yang menyebabkan warna pada zirkon bervariasi, seperti putih bening hingga kuning, kehijauan, coklat kemerahan, kuning kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal monoklin, prismatik, dipiramida, dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna – tidak beraturan, kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6 – 5,8, indeks refraksi 1,92 – 2,19, hilang pijar 0,1%, dan titik lebur 2.5000C. Zirkon terbentuk sebagai mineral asseccories pada batuan yang mengandung Na-feldspa (batuan beku asam dan batuan metamorf). Jenis cebakannya dapat berupa endapan primer atau endapan sekunder. Kegunaann zirkon adalah untuk bahan baku elektronik, keramik. Potensi zirkon menyebar di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan bagian barat. Potensi ini mengikuti penyebaran kasiterit, yang dikenal dengan nama tin belt.
24. Antimony
Penggunaan antimonium Yang paling utama di Amerika Serikat adalah di bahan kimia yang digunakan untuk mengairi atau memenuhi dan menghamili plastik, tekstil, karet, dan material lain. Loebih dari sparuh konsumsi U.S. menggunakan antimonium untuk pembuatan nyala api retardants. Antimonium juga digunakan untuk pigmen di dalam plastik, cat, karet, dan untuk suatu pelengkap yang luas , mencakup obat kedokteran, mercon. Antimonium dalam jumlah kecil yang sudah dibersihkan, metalnya digunakan dalam industri komputer untuk membuat semipenghantar. Untuk dapat bermanfaat di dalam aplikasi ini, antimoniumnya harus 99.999% murni! Antimonium bisa digantikan oleh unsur logam pelapis kran, timah, seng, dan campuran titanium, di dalam industri cat. Cadmium, belerang, tembaga, dan zat kapur dapat digunakan untuk pengeras. Sejumlah campuran organik dapat digunakan sebagai api retardants. Pendauran ulang, menambang, dan produksi membaui akan mengimbangi permintaan untuk campuran antimonium dan antimonium yang banyak untuk kedepan.
 25. Barit
Barit adalah suatu mineral yang terdiri atas barium sulphate BaSO4.Pada umumnya berwarna putih seerti susu, tetapi tergantung pada ketidakmurnian kristal selama formasi mereka. Barit secara relatif lembut, mengukur 3-3.5 pada skala kekerasan Mohs'. untuk suatu mineral yang berat/lebat tidak metalik. kepadatan Yang tinggi adalah bertanggung jawab untuk nilai nya di dalam banyak aplikasi. Barit secara kimiawi tidak dapat larut tanpa daya. Kebanyakan barit ditambang dari lapisan sedimentary batu karang yang membentuk ketika barit mempercepat ke alas/pantat dari samudra. Beberapa tambang/ranjau/aku lebih kecil menggunakan barit dari pembuluh darah, yang membentuk ketika barium sulfate dipercepat dari perairan di bawah tanah panas. Dalam beberapa hal, barit adalah suatu hasil sampingan pekerjaan tambang, seng, perak, atau bijih metal lain. Kenggunaan utama Barit adalah sebagai “ agen menimbang” dalam gas-alam dan minyak [yang] mengebor;drill. Di dalam proses ini, barit dihancurkan dan bergaul dengan air dan material lain. Berat/Beban dari campuran ini yang kekuatan dari minyak dan gas ketika bebas dari landasan. Ini mengijinkan minyak dan gas rig (minyak) operator untuk mencegah bahan peledak melepaskan dari minyak dan gas dari landasan. Sekarang ini, mayoritas konsumsi barit di Amerika Serikat adalah untuk ini mengebor drill aplikasi. Bagaimanapun, konsumsi dalam pengeboran " lumpur" berubah-ubah dari tahun ke tahun, karena adanya bergantung pada jumlah explorasi yang mengebor drill untuk minyak dan gas, yang mana pada gilirannya tergantung pada minyak dan gas harga. Di luar ini, barit digunakan sebagai suatu aditip ke cat, email, dan plastik, dalam produksi yang disebut "petunjuk/ ujung/ laju-awal" kristal atau "leaded" gelas/kaca, radiasi perhentian dari komputer memonitor dan tabung televise, dan seperti sebagai ketika sumber bahan kimia barium.

26. Berilium
Berilium adalah suatu unsur metalik, dengan nomor-atom 4 dan berat atom 9. Yang metal dengan keras, silvery-white di dalam warna, dan seluruh cahaya/ ringan – kurang dari dua kali sama tebal/padat seperti air, dan hanya dua pertiga sama tebal/padat seperti aluminum, yang mana sedikit banyaknya menyerupai. Berilium mempunyai suatu titik-lebur sangat tinggi pada 2349° F ( 1287° C). Kombinasi tentang [cahaya/ ringan] nya menimbang dan titik-lebur tinggi membuat ia/nya [yang] berharga untuk pembuatan campuran logam metal. Banyak berilium digunakan didalam campuran logam metal, yang meliputi lebih dari 0% tentang konsumsi dunia. Sebab berilium adalah seluruh cahaya/ ringan dan mempunyai suatu temperatur peleburan tinggi, adalah suatu yang metal ideal untuk digunakan di industri pertahanan dan atmosphere, hampir selalu yang dicampur dengan batang-batang rel lain. Berilium yang metal juga mempunyai karakteristik yang menarik menjadi elastis. Sebagai konsekwensi, digunakan didalam pembuatan musim semi/mata air, gigi persneling dan komponen mesin lain yang memerlukan suatu derajat tingkat kekenyalan. Aplikasi sehari-hari yang lain adalah di pembuatan pompa bensin, sebab suatu campuran logam berilium dan tembaga tidak menyalakan ketika dipukul melawan terhadap batang-batang rel lain, maupun memancarkan percikan dari keelektrikan statik.
27. Bijih
Besi Besi ( Fe) adalah suatu unsur metalik dan menyusun sekitar 5% tentang itu Earth’S kulit keras. Ketika murni ini merupakan suatu gelap, silvery-gray metal. Ini merupakan suatu unsur yang sangat reaktif dan mengoxidasi karat dengan mudah. Yang merah, jeruk dan menguning dilihat dalam beberapa lahan dan pada atas batu karang mungkin besi oksida. Bagian dalam dari Bumi dipercaya untuk menjadi iron-nickel campuran logam padat. Iron-Nickel batu bintang dipercaya untuk menghadirkan material yang paling awal membentuk pada awal alam semesta itu. Studi menunjukkan bahwa ada besi pantas dipertimbangkan di bintang-bintang dan planet terestrial: Mars, " Planet Yang merah," adalah merah dalam kaitan dengan besi oksida dalam kulit keras nya. Deposito untuk membuat ia/nya menguntungkan untuk menambang harus di dalam sepuluh berjuta-juta ton. oksid besi Deposito kebanyakan sedimentary aslinya, seperti besi formasi yang menjilid (BIFS). BIFS terdiri dari lapisan chert bertukar-tukar ( berbagai kwarsa mineral), oksid besi dan magnetit. Mereka ditemukan sepanjang;seluruh dunia dan menjadi bijih besi yang paling utama di dunia hari ini. Formasi mereka tidaklah secara penuh dipahami, meskipun [demikian] [itu] diketahui bahwa mereka membentuk dengan bahan kimia hujan/timbulnya besi/ setrika dari laut [dangkal/picik] tentang 1.8-1.6 milyar (Am.) tahun yang lalu, sepanjang Beribu-Ribu tahun Yang Proterozoic. Taconite adalah suatu silica-rich bijih besi yang dianggap sebagai suatu low-grade deposito. Bagaimanapun, iron-rich komponen deposito seperti (itu) dapat diproses untuk menghasilkan suatu berkonsentrasi itu adalah sekitar 65% besi/ setrika, yang (mana) berarti bahwa sebagian dari bijih besi deposito yang paling utama di seluruh bumi diperoleh dari taconite. Taconite ditambang di (dalam) Amerika Serikat, Canada, dan Negeri China. Besi/ setrika adalah penting ke kehidupan hewan dan (yang) penting bagi kesehatan [pabrik/tumbuhan]. Tubuh adalah 0.006% besi/ setrika, mayoritas [di/yang mana] adalah di (dalam) darah [itu]. darah Sel kaya akan besi/ setrika membawa oksigen dari paru-paru [bagi/kepada] semua bagian-bagian dari badan [itu]. Ketiadaan besi/ setrika juga menurunkan suatu person’s perlawanan ke infeksi/peradangan.
28. Columbite
Columbite-Tantalite kelompok ( columbium adalah nama yang lain untuk niobium): Kolumbit adalah suatu oksida niobium alami, tantalum, besi/ setrika mengandung besi, dan batu kawi/mangan. Beberapa tungsten dan timah mungkin (adalah) hadir di mineral [itu]. Columbium, dalam wujud ferrocolumbium, digunakan kebanyakan sebagai suatu aditip di (dalam) baja [yang] membuat dan di (dalam) superalloys untuk aplikasi seperti (itu) [sebagai/ketika] tahan panas dan peralatan pembakaran, mesin jet komponen, dan meluncur subassemblies, di (dalam) karbit disemen, dan di (dalam) adipenghantar. Brazil dan Canada menjadi world’s memimpin produsen.
29. Feldspar
Feldspar: Suatu mineral yang rock-forming, secara industri penting di (dalam) gelas/kaca dan ceramic industri, barang tembikar dan barang dari logam, sabun, abrasif, obligasi;ikatan untuk rode ampelas [abrasi], semen dan beton, membatasi komposisi, pupuk, unggas menggertak, mengaspal mengatapi material, dan sebagai perekat ( atau pengisi) di (dalam) tekstil dan catatan/kertas. Albite adalah suatu feldspar mineral dan adalah suatu sodium aluminum silikat. Bentuk ini feldspar digunakan sebagai suatu lapisan kaca di (dalam) keramik. Feldspars secara relatif [sulit/keras] pada 6 pada [atas] skala kekerasan Mohs'. Feldspars biasanya berwarna lembut, mencakup putih, merah muda, berwarna coklat, hijau, atau beruban/kelabu. Warna bervariasi dalam kaitan dengan takmurnian di dalam struktur hablur [itu]. Feldspar menjadi mineral yang memberi granit [yang] [yang] merah muda nya, warna beruban/kelabu atau hijau. Feldspar ditambang dari badan granit besar ( yang disebut plutons oleh geolog), dari pegmatites ( yang dibentuk ketika langkah-langkah cairan terakhir suatu granit yang mengeristal menjadi dipusatkan di (dalam) cairan kecil dan vapor-rich saku yang mengijinkan pertumbuhan [dari;ttg] kristal sangat besar), dan dari pantai pasir menyusun kebanyakan feldspar. Sebab feldspar adalah komponen [yang] besar seperti itu [menyangkut] Earth’S kulit keras, [itu] mengira bahwa persediaan feldspar lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan untuk suatu waktu [yang] sangat panjang untuk datang. [Itu] menjadi sangat berlimpah-limpah yang ahli ekonomi dan geolog belum genap data di-compile pada [atas] deposito potensi feldspar untuk masa depan konsumsi. [kini/hadir] Tambang/Ranjau/Aku yang di seluruh dunia cukup memenuhi kebutuhan untuk feldspar mentah. Feldspar ditambang dari badan granit besar ( yang disebut plutons oleh geolog), dari pegmatites ( yang dibentuk ketika langkah-langkah cairan terakhir suatu granit yang mengeristal menjadi dipusatkan di (dalam) cairan kecil dan vapor-rich saku yang mengijinkan pertumbuhan [dari;ttg] kristal sangat besar), dan dari pantai pasir menyusun kebanyakan feldspar.
30. Flourit
Ketika ditemukan secara alami, fluorspar dikenal oleh mineral menyebut fluorit [CaF]. Fluorspar ( fluorit [CaF]) apakah zat kapur fluoride ( Caf2). [Itu] ditemukan di (dalam) berbagai lingkungan mengenai lapisan tanah. Fluorspar ditemukan di (dalam) granit ( batuan beku gunung berapi), [itu] [kerikil isian] bertepuk/retak dan melubangi di (dalam) batupasir, dan [itu] ditemukan di (dalam) deposito besar di (dalam) batu gamping ( sedimentary mengayun-ayun). Istilah fluorspar, ketika digunakan sebagai suatu nama komoditas, juga mengacu pada zat kapur fluoride membentuk sebagai hasil sampingan [dari;ttg] proses industri. Ketika ditemukan secara alami, fluorspar dikenal oleh mineral menyebut fluorit [CaF]. Fluorspar ( fluorit [CaF]) apakah zat kapur fluoride ( Caf2). [Itu] ditemukan di (dalam) berbagai lingkungan mengenai lapisan tanah. Fluorspar ditemukan di (dalam) granit ( batuan beku gunung berapi), [itu] [kerikil isian] bertepuk/retak dan melubangi di (dalam) batupasir, dan [itu] ditemukan di (dalam) deposito besar di (dalam) batu gamping ( sedimentary mengayun-ayun). Istilah fluorspar, ketika digunakan sebagai suatu nama komoditas, juga mengacu pada zat kapur fluoride membentuk sebagai hasil sampingan [dari;ttg] proses industri. Fluorspar secara relatif lembut, nomor;jumlah 4 pada [atas] skala kekerasan Mohs'. Fluorspar murni tanpa mewarnai, hanyalah suatu variasi takmurnian memberi fluorit [CaF] [adalah] suatu pelangi dari warna yang berbeda , termasuk hijau, warna ungu, biru, kuning, merah muda, warna coklat, dan hitam. [Itu] telah suatu perpecahan dilafalkan, yang (mana) berarti ia/nya pecah;kan pada [atas] wahana flat/kempes. fluorit [CaF] Kristal dapat dengan baik dibentuk, [yang] sangat dihargai dan indah oleh kolektor. Mayoritas dari Amerika Serikat’ konsumsi fluorspar [yang] tahunan adalah untuk produksi [dari;ttg] cuka hidrofluor ( HF) dan aluminum fluoride ( Alf3). HF adalah suatu ramuan utama untuk produksi dari semua bahan-kimia tidak organik dan organik yang berisi fluorine unsur. Ini juga yang digunakan di (dalam) pembuatan uranium. Alf3 digunakan di (dalam) produksi aluminum. Sisa fluorspar konsumsi adalah sebagai perubahan terus menerus di (dalam) pembuatan baja, gelas/kaca, email, dan produk lain. Suatu perubahan terus menerus adalah suatu unsur yang menurunkan peleburan temperatur suatu material.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar