Jumat, 12 Oktober 2012

bahan mentah kimia


 
4.Cara Kerja
a.Mempersiapkan semua bahan yang dibutuhkan dalam percobaan. b.Menyusun tabung-tabung reaksi dalam rak tabung reaksi.c.Meletakkan paku yang telah disediakan masing-masing 1 buah ke dalam tabungreaksi dengan posisi kepala di dasar tabung reaksi.d.Memberikan kode pada tabung reaksi dengan kode tabung rekasi A, B, C, D, dan E,untuk membedakan reaksi yang akan terjadi di dalamnya.e.Memberikan masing-masing 3 tetes larutan secara bergantian, dengan rincian :
Tabung Reaksi A dengan 3 tetes Larutan HCl
Tabung Reaksi B dengan 3 tetes Larutan HNO
3
Tabung Reaksi C dengan 3 tetes Larutan H
2
SO
4
Tabung Reaksi D dengan 3 tetes Larutan CH
3
COOH
Tabung Reaksi E dengan 3 tetes Larutan NaClf.Mengamati setiap reaksi (baik perubahan warna maupun terbentuknya gelembunggas) yang penyebab korosi yang terjadi pada tiap tabung, dan mencatat waktu reaksidengan menggunakan stopwatch.
5.Data Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan6.Pembahasan
Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi berlaku sebagai anode,di mana besimengalami oksidasi. Sedangkan elektron yang dibebaskan di anode mengalir di bagian lain itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
7.Kesimpulan
HNO
3
 bersifat paling korosif karena dapat membuat paku berkarat paling cepat karenalarutan HNO
3
 bersifat paling asam
TabungLarutanWaktu ReaksiWarna akhirALarutan HCl38 sekonTerbentuk karat dengansedikit gelembungBLarutan HNO
3
13 sekonLarutan berubah kuning,gelembung gas banyak.Langsung terbentuk karatCLarutan H
2
SO
4
2 menit 15 sekonTerbentuk karat dengansedikit gelembung,DLarutan CH
3
COOH2 menit 9 sekonTidak ada gelembungterbentuk,ELarutan NaCl5 menit 8 sekonTerbentuk karat dengansedikit gelembung,
' class=absimg v:shapes="_x0000_i1025">
 
ELECTROPLATING
A.Tujuan Percobaan
1.Mengetahui terjadinya proses electroplating (penyepuhan).2.Mengetahui reaksi elektrolisis yang terjadi selama proseselektroplating berlangung.
B.Landasan Teori
Pada penyepuhan logam yang akan disepuh dijadikan katoda sedangkan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektroda itu dicwlupkan dalam larutan garamdari logam penyepuh.
C.Alat dan Bahan
Alat Percobaan
A.1 Breaker GlassB.1 Buah Peniti KecilC.1 Meter KabelD.2 Baterai 1,5 voltE.Elektroda Tembaga (Cu)F.Double Tape secukupnya
Bahan Percobaan
A.Larutan CuSO
4
 
Cara Kerja
a.Mempersiapkan semua bahan yang dibutuhkan dalam percobaan. b.Menuangkan Larutan. CuSO
4
ke dalam gelas Breaker.c.Mengikat peniti dengan kabel yang sudah terkelupassebelumnya..d.Mengikat elektroda tembaga dengan kabel yang telah terkelupassebelumnya.e.Membungkus 2 Baterai 1,5 volt dengan selotip,kemudianmenempelkan ujung lain dari kabel yang telah tersambung dengan peniti danelektroda pada ujung-ujung baterai. Sambungan elektroda tembaga pada kutub positif baterai, sedangkan sambungan peniti pada kutub negative baterai.f.Mencelupkan elektroda tembaga dan peniti ke dalam Larutan.CuSO
4.
g.Setelah 15 menit, mengamati perubahan fisik yang terjadi pada peniti tersebut.D.
Pengamatan dan Pembahasan
Sebelum electroplating, peniti berwarna perak. Kemudian setelah proseselectroplating peniti berubah warna menjadi kuning keemasan. Hal itu disebabkanoleh pengendapan logam Cu pada penitiProsesnya dapat dirumuskan sebagai berikut
Katode : Cu
2+
+ 2e
-
CuAnode : Cu
Cu
2+ 
+ 2e
-
E.Kesimpulan
Pada proses electroplating, Cu sebagai anoda larut dan mengendap dipeniti sehinggamenyebabkan terjadinya perubahan warna menjadi kuning tembaga.
LAPORAN HASIL PERCOBAAN / XII IPA 2 / KEL. 03 / 01,06,29,36 / 2009-2010
 
LEMON SEBAGAI ELEKTROLIT
A.Tujuan Percobaan
A.Menentukan fungsi lemon sebagai elektrolit.B.Mengetahui reaksi elektrolisis yang terjadi di dalamnya.
B.Landasan Teori
A.Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia dimana energi listrik digunakan untuk menghasilkan rekasi reduksi-oksidasi tidak spontan.B.Prinsip kerja elektrolisis adalah dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber listrik ke katode, dan kutub positif ke anode.
4.Alat dan Bahan
Alat Percobaan
A.1 Meter KabelB.Logam CuC.Logam ZnD.Lampu LED 1 buah.
Bahan Percobaan
A. 3Buah Lemon
LAPORAN HASIL PERCOBAAN / XII IPA 2 / KEL. 03 / 01,06,29,36 / 2009-2010

 
A.Tujuan Percobaan
Mengamati reaksi yang berlangsung selama proses elektrolisis terjadi.
B.Landasan Teori
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia dimana energi listrik digunakan untuk menghasilkan rekasi reduksi-oksidasi tidak spontan.
Prinsip kerja elektrolisis adalah dengan menghubungkan kutub negatif darisumber listrik ke katode, dan kutub positif ke anode.
C.Alat dan Bahan
Alat Percobaan
A.2 Baterai 1,5 voltB.1 Buah Tabung UC.2 Buah Karbon BateraiD.1 Buah Gelas Ukur E.1 Meter KabelF.1 Buah Penjepit Statif G.1 Buah Statif H.1 Buah Sendok Teh
Bahan Percobaan
A.AkuadesB. Garam Dapur

| 0 comments ]
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.

Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag).

Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara larutan elektrolit dan elektrode menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
Elektrolisis larutan dengan elektrode inert
Elektrolisis larutan dengan elektrode aktif
Elektrolisis leburan dengan elektrode inert

Pada elektrolisis, katode merupakan kutub negatif dan anode merupakan kutub positif. Pada katode akan terjadi reaksi reduksi dan pada anode terjadi reaksi oksidasi.

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Tujuan
1.      Dapat mengetahui hasil elektrolisis di katoda dan anoda pada larutan NaCl dengan elektroda C
2.  Dapat mengetahui hasil elektrolisis di katoda dan anoda pada larutan CuSO4dengan elektroda C
3.      Dapat mengetahui hasil elektrolisis di katoda dan anoda pada larutan KI dengan elektroda C



Elektrolisis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi.
Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.
Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.
Tag ini diberikan tanggal 2010
Ilustrasi dari peralatan yang digunakan untuk elektrolisis yang biasanya digunakan dalam laboratorium sekolah.
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.
Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
  • Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
  • Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag).
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara larutan elektrolit dan elektrode menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
  1. Elektrolisis larutan dengan elektrode inert
  2. Elektrolisis larutan dengan elektrode aktif
  3. Elektrolisis leburan dengan elektrode inert
Pada elektrolisis, katode merupakan kutub negatif dan anode merupakan kutub positif. Pada katode akan terjadi reaksi reduksi dan pada anode terjadi reaksi oksidasi. Contoh-contoh reaksi elektrolisis adalah sebagai berikut:

Penerapan dalam industri

Elektrolisis yang pertama dicoba adalah elektrolisis air (1800). Davy segera mengikuti dan dengan sukses mengisolasi logam alkali dan alkali tanah. Bahkan hingga kini elektrolisis digunakan untuk menghasilkan berbagai logam. Elektrolisis khususnya bermanfaat untuk produksi logam dengan kecenderungan ionisasi tinggi (misalnya aluminum). Produksi aluminum di industri dengan elektrolisis dicapai tahun 1886 secara independen oleh penemu Amerika Charles Martin Hall (1863-1914) dan penemu Perancis Paul Louis Toussaint Héroult (1863-1914) pada waktu yang sama. Sukses elektrolisis ini karena penggunaan lelehan Na3AlF6 sebagai pelarut bijih (aluminum oksida; alumina Al2O3)
Sebagai syarat berlangsungnya elektrolisis, ion harus dapat bermigrasi ke elektroda. Salah satu cara yang paling jelas agar ion mempunyai mobilitas adalah dengan menggunakan larutan dalam air. Namun, dalam kasus elektrolisis alumina, larutan dalam air jelas tidak tepat sebab air lebih mudah direduksi daripada ion aluminum sebagaimana ditunjukkan di bawah ini.
Al3+ + 3e-–> Al potensial elektroda normal = -1,662 V (10.38)
2H2O +2e-–> H2 + 2OH- potensial elektroda normal = -0,828 V (10.39)
Metoda lain adalah dengan menggunakan lelehan garam. Namun Al2O3 meleleh pada suhu sangat tinggi, sekitar 2050 °C, dan elektrolisis pada suhu setinggi ini jelas tidak mungkin. Namun, titik leleh campuran Al2O3 dan Na3AlF6 adalah sekitar 1000 °C, dan suhu ini mudah dicapai. Prosedur detailnya adalah: bijih aluminum, bauksit mengandung berbagai oksida logam sebagai pengotor. Bijih ini diolah dengan alkali, dan hanya oksida aluminum yang amfoter yang larut. Bahan yang tak larut disaring, dan karbon dioksida dialirkan ke filtratnya untuk menghasilkan hidrolisis garamnya. Alumina akan diendapkan.
Al2O3(s) + 2OH-(aq)–> 2AlO2- (aq) + H2O(l) (10.40) 2CO2 + 2AlO2 -(aq) + (n+1)H2O(l) –> 2HCO3- (aq) + Al2O3·nH2O(s) (10.41)
Alumina yang didapatkan dicampur dengan Na3AlF6 dan kemudian garam lelehnya dielektrolisis. Reaksi dalam sel elektrolisi rumit. Kemungkinan besar awalnya alumina bereaksi dengan Na3AlF6 dan kemudian reaksi elektrolisis berlangsung.
Al2O3 + 4AlF63-–> 3Al2OF62- + 6F- (10.42)
Reaksi elektrodanya adalah sebagai berikut.
Elektroda negatif: 2Al2OF62- + 12F- + C –> 4AlF63- + CO2 + 4e- (10.43)
Elektroda positif: AlF63- + 3e-–> Al + 6F- (10.44)
Reaksi total: 2Al2O3 + 3C –> 4Al + 3CO2 (10.45) Kemurnian aluminum yang didapatkan dengan prosedur ini kira-kira 99,55 %. Aluminum digunakan dalam kemurnian ini atau sebagai paduan dengan logam lain. Sifat aluminum sangat baik dan, selain itu, harganya juga tidak terlalu mahal. Namun, harus diingat bahwa produksi aluminum membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar.
Penerapan elektrolisis lainnya adalah penyepuhan logam, yaitu proses pemurnian logam dari pengotor, seperti pemurnian tembaga untuk pembuatan kabel listrik. Contoh lainnya adalah proses pelapisan perak kepada peralatan makan seperti sendok dan garpu.
lhttp://id.wikipedia.org/wiki/Elektrolisis


 
1
Proses Elektrolisis Untuk Pengambilan SengDari Limbah Padat Industri Galvanis
Ahmad Farid (L2C004192), Nur Wahid (L2C004257)
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas DiponegoroKampus Tembalang, Semarang
 Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mengurangi kadar Seng dari limbah padat industri galvanis dengan proses elektrolisis dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh dari proses elektrolisis. Proseselektrolisis dikenal sebagai kebalikan dari korosi. Ion logam berasal dari suatu elektrolit, dengan penambahan elektron akan menghasilkan suatu atom logam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode faktorial desain untuk 2 level dan 3 variabel berubah. Darianalisa kadar Seng didapat kadar awal Seng dalam limbah padat adalah 32%, sedangkan kadar Sengdalam logam yang menempel pada katoda adalah 46%. Kadar Seng yang terambil tidak murnidikarenakan dalam larutan elektrolit terkandung logam lain yang cukup besar yaitu Fe. Hal inimenyebabkan Fe ikut terelektrolisis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel yang palingberpengaruh berturut-turut adalah efek temperatur, voltase, dan jarak anoda-katoda. Temperatur memberikan efek paling besar dalam penelitian ini dikarenakan semakin tinggi temperatur menyebabkankonduktivitas larutan semakin besar sehingga dapat mempercepat hantaran arus listrik dari anoda menujukatoda. Temperatur optimal dalam proses elektrolisis ini adalah 70
o
C-80
o
C.
 Kata kunci :
Seng, elektrolisis, galvanis
 Abstract
The target of this research are to reduce Zinc rate from galvanizing industries dross with electrolysis and to knowing the variabei prosess that having an effect on electrolysis. Electrolysis is reverse from korosion proses. The metal ion is coming from electrolit, with addition of electron will yielding a metal atom. Themethod of this research is factorial design with 2 levels and 3 dependents variabel. From analysis, Zincrate from dross is 32%, and Zinc rate from metal that patching around the cathode is 46%. The Zinc rate isnot purification cause electrolit consist in other metal that is Fe. This matter causing Fe followingelectrolysis. The result of this research is variabel that having an effect on electrolysis successively aretemperature, voltage, and space anode to cathode. In this research temperature give the biggest effect because high temperature progressively causing high conductivity of electrolit that can quickeningelectrics current passing of anode to cathode. The range of optimum temperature this electrolysis is 70
o
C-80
o
C.
 Key words :
Zinc, electrolysis, galvanizing
1.

Pendahuluan
Galvanizing merupakan sebuah proses yang sudah sangat lama digunakan dalam industri baja danmetal, bahkan hampir sejak 200 tahun yang lalu. Dilihat dari banyaknya manfaat dari proses galvanizing,ternyata ada juga akibat buruk yang ditimbulkan dari proses ini, salah satunya adalah terbentuknya limbahyang berupa gas, cair dan padat. Limbah inilah yang menjadi masalah baru bagi lingkungan, yaitu rusaknyaudara, air dan tanah jika limbah tersebut terdapat dalam kadar yang tinggi pada saat dibuang ke lingkungandan dilakukan dalam jangka waktu yang lama.Masalah lain yang timbul adalah adanya logam berat yang bernilai ekonomi tinggi yang ikutterbuang bersama limbah tersebut, dalam hal ini adalah seng (Zn), yang merupakan bahan baku utama dariproses galvanizing. Sementara seng yang terbuang tersebut dapat diambil/direcovery kembali untuk dapatdigunakan kembali. Oleh karena itu maka perlu diadakan proses untuk mengolah limbah tersebut agaraman dan dapat diterima oleh lingkungan dan logam yang terbuang tidak terlampau banyak sehingga dapat
 
2
diraih untung yang lebih besar. Dalam operasi galvanizing secara kontinyu, sekitar 10 % dari total Zn yangdigunakan ikut terbuang dalam limbah berupa Seng Oksida ( US. Pat. No. 4,075,008).Metode yang dapat digunakan untuk mengambil logam terlarut yang berupa seng ini adalahdengan proses elektrokimia (elektrolisis) menggunakan bantuan arus listrik. Proses dilakukan denganmenggunakan anoda yang tak aktif seperti karbon, baja tahan karat, Timbal, Titanium. Sedangkan katodatempat ion logam terlarut yang mengendap menggunakan bahan logam berupa Alumunium (Al). Mula –mula limbah padat dilarutkan dalam asam seperti H
2
SO
4
atau HCl membentuk larutan garam. Ion logamdari larutan akan menempel pada katoda sehingga logam terlarut yang berupa seng berangsur-angsurmenurun dan akhirnya didapatkan seng dalam keadaan murni yang menempel di katoda.Proses Elektrolisis dikenal sebagai kebalikan dari korosi. Ion logam berasal dari suatu elektrolit,dengan penambahan electron akan mengahsilkan suatu atom logam, M.M
n+
+ n
e
-
M
0
Untuk proses Elektrolisis diperlukan dua elektrode, sumber elektron/arus listrik, dan larutanelektrolit. Untuk tujuan komersil, electron dihasilkan oleh suatu sumber arus searah yang dihubungkandengan elektroda, akan tetapi biasanya electron berasal dari elektroda kedua.Reaksi yang terjadi pada proses Elektrolisis merupakan reaksi oksidasi – reduksi. Reaksinya dapatdituliskan sebagai berikut (contoh reaksi Redoks setengah sel pada besi dan seng) :Anoda : Zn
2+
+ 2
e

Zn
o
 Katoda : Fe
o

Fe
2+
+ 2
e
 Fe
o
+ Zn
2+

Fe
2+
+ Zn
o
Pada anoda, logam seng (Zn) akan teroksidasi menjadi ion Zn
2+
. Ion Zn
2+
ini akan bergerak menuju katoda dan teroksidasi membentuk deposit Zn pada katoda.Berat seng (W
S
) yang melapisi besi dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
W
S
= W
1
– W
0
Secara teoritis berat seng yang menempel pada besi dalam proses Elektrolisis ini dapat dituliskansebagai berikut :
W = Z
x
I
x
t
 dengan :
W
: berat endapan , gr
I
: kuat arus , Ampere
t
: waktu, dt
Z
: BE / 96.500Faktor yang Berpengaruh pada Elektrolisis adalah konsentrasi elektrolit, sirkulasi elektrolit, rapatarus, tegangan, jarak anoda-katoda, rasio dan bentuk anoda-katoda, temperatur, daya tembus (
throwing power 
), aditif, kontaminasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengambil kembali Zn yang ikut terbuang dalam limbah padatindustri galvanis, untuk mengurangi kadar Zn yang terbuang dalam limbah padat industri galvanis, sertauntuk mengetahui variabel yang berpengaruh dalam proses elektrolisis (suhu, rapat arus dan jarak anodakatoda).Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan penyelesaian masalah pada pengolahan limbahlogam berat (Zn) dari industri galvanis. Sehingga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh industriuntuk merecovery Zn yang dapat digunakan kembali oleh industri tersebut.
2.

Pelaksanaan Penelitian
Bahan yang diguanakan adalah larutan HCl 10 % dan limbah padat industri galvanis yang diambildari P.T. Cerah Sempurna di Semarang Barat. Limbah ini adalah logam yang diambil dari sisa proses HotDip Galvanizing/pencelupan panas pada proses pelapisan logam. Limbah ini masih mempunyai kandunganZn yang masih cukup besar yang mencapai 25 – 30 % berat.Peralatan yang digunakan adalah alat elektrolisis yang terdiri dari bak elektrolisis, pompasirkulasi, rectifier, heater dan thermostat. Rangkaian alat percobaan dapat dilihat dalam gambar 1.Adapun variabel tetap yang digunakan adalah tekanan, sistem operasi batch dan waktu operasi.Dan variabel berubahnya adalah temperatur, voltase dan jarak anoda katoda.
 
3
Respon yang diamati adalah berat awal katoda sebelum dielektrolisis dan berat akhir katodasetelah dielektrolisis. Selisih berat awal dan akhir katoda adalah berat logam yang terambil selama proseselektrolisis.
3.

Hasil dan Pembahasan
1.

Hasil analisa kadar ZnKadar awal Zn dalam limbah padat (dross) adalah 32 %, dan kadar Zn dalam logam yangmenempel di katoda 46 %. Kadar Zn yang terambil tidak murni dikarenakan dalam larutan elektrolit, selainmengandung elektrolit Zn, ada juga elektrolit lain yang cukup besar kandungannya, yaitu Fe yang jugaterdapat dalam limbah padat. Hal ini menyebabkan Fe ikut terelektrolisis pada kondisi operasi yang sama,karena pada voltase tersebut (7,5 dan 9 volt) sudah mencukupi bagi Fe untuk elektrolisis.2.

Hasil percobaan awalPada percobaan awal ini dilakukan sebanyak 8 kali percobaan. Percobaan ini menggunakanvariabel temperatur, voltase dan jarak anoda – katoda yang bertujuan untuk mengetahui variabel mana yangpaling berpengaruh. Variabel yang digunakan adalah sebagai berikut :Tabel 3.1.Variabel berubahLevel Temperatur(
0
C) Voltase (Volt)Jarak AnodaKatoda (cm)Level Atas (+) 50 9 20Level Bawah (-) 30 7,5 10Dari percobaan diperoleh hasil sebagai berikut :Tabel 3.2. Hasil Percobaan AwalRunSuhu(
0
C)Voltase(Volt)Jarak AnodaKatoda (cm)Berat AwalKatoda (gram)Berat AkhirKatoda (gram)Berat Logam yangterambil (gram)1 + + + 50,83 58,21 7.382 + - 50,21 57,94 7.733 + - + 50,29 56,47 6.184 + - - 51,92 58,42 6.505 - + + 51,92 56,10 4.186 - + - 50,83 56,30 5.477 - - + 50,29 52,09 3.808 - - - 50,21 55,12 4.91
1 2345Gambar 1. Rangkaian Alat

Utama
Keterangan :1.

Rectifier2.

Bak elektrolisis3.

Pompa sirkulasi elektrolit4.

Katoda5.

Anoda


 
4
Hasil analisa untuk variabel yang paling berpengaruh adalah sebagai berikut :
-3,1625-1,43250,14750,17250,31250,39750,88250102030405060708090100-3,5 -3 -2,5 -2 -1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5
Efek
   P  r  o   b  a   b   i   l   i   t  a  s
 Gambar 2. Grafik hubungan antara efek variabel berpengaruh Vs probabilitasDari grafik diatas terlihat bahwa titik paling jauh dari garis normal adalah titik 0,8825(efek temperature). Ini menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap elektrolisis logam Zn adalahtemperatur.3.

Yield ebagai Fungsi VariabelPada percobaan awal dengan menghitung efek temperature(X
1
), efek voltase(X
2
), efek jarak anoda-katoda (X
3
), efek interaksi temperature-voltase(X
12
), efek interaksi temperature- jarak anoda –katoda (X
13
), efek interaksi voltase- jarak anoda – katoda (X
23
), efek interaksi temperature-voltase- jarak anoda – katoda (X
123
) dan efek rata-rata diperoleh persamaan:
321323121321
0,1725X0,3125X 0,3975X1,1475X3,1625X1,4325X0,8825X4,8Y
++++−−+=
 Dari hasil analisa terhadap variabel yang berpengaruh dapat diketahui bahwa variabel yang palingberpengaruh terhadap proses ini berturut – turut adalah temperatur, voltase dan jarak anoda katoda.Temperatur memberikan efek paling besar dalam percobaan ini, hal ini karena semakin tinggitemperature menyebabkan konduktivitas larutan semakin besar sehingga dapat mempercepat hantaran aruslistrik dari anoda menuju katoda. Pada temperature yang tinggi dapat diperoleh rapat arus yang besar dan juga mempertinggi tegangan batas polarisasi.Voltase memberikan efek yang tidak terlalu besar dalam percobaan ini. Tapi tetap memberikanefek yang positif, semakin besar tegangan maka akan semakin besar logam yang terambil dalam proses.Hal ini karena semakin tinggi tegangan maka rapat arus akan menjadi semakin besar. Akan tetapi hal inidapat menyebabkan terjadinya polarisasi dan tercapainya tegangan batas. Tegangan batas ditandai tidak terjadinya aliran arus melalui larutan elektrolit sehingga tidak ada logam yang akan menempel di katoda.Jarak anoda katoda memberikan efek negative, hal ini karena semakin besar jarak elektroda makaion Zn menempel akan semakin sedikit. Hal ini terjadi karena hambatan arus akan menjadi lebih besar jika jarak anoda – katoda semakin jauh, dan konduktivitas menjadi semakin kecil.4.

Hasil OptimasiSetelah diketahui variabel yang paling berpengaruh adalah temperatur, maka dilakukan percobaanlanjutan untuk optimasi untuk mengetahui temperatur optimum dalam proses elektrolisis ini.Bila digambarkan dalam grafik adalah sebagai berikut :
' class=absimg v:shapes="_x0000_i1031">
 
5
0246810120 20 40 60 80 100
Temperatur (Celcius)
   B  e  r  a   t   L  o  g  a  m    d   i   K  a   t  o   d  a   (  g  r  a  m   )
 Gambar 3. Grafik Optimasi elektrolisisDari grafik dapat dilihat bahwa pada temperatur 70
0
C – 80
0
C, berat logam yang terambil/yangmenempel di katoda cenderung mulai konstan. Ini menunjukkan bahwa pada temperatur tersebut proseselektrolisis sudah mencapai temperatur yang optimum.
77,588,599,51010,51111,51212,51313,51414,51520 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85
temperatur(celcius)
   %  y   i  e   l   d   Z  n
 Gambar 4. Grafik Temperatur Vs %Yield ZnDari grafik di atas dapat dilihat bawa pada temperature 70
o
C-80
o
C, % yield Zn sudah konstan. Inimenunjukkan bahwa pada temperature tersebut proses elektrolisis sudah mencapai temperature yangoptimum.
4.

Kesimpulan
1.

Variabel yang paling berpengaruh adalah Temperatur kemudian Voltase dan kemudian Jarak AnodaKatoda. Variabel temperatur dan Voltase memberikan efek positif terhadap proses elektrolisis,sementara variabel Jarak Anoda Katoda memberikan efek negatif terhadap proses elektrolisis.2.

Optimasi dari variabel yang paling berpengaruh (Temperatur), didapatkan temperatur optimum dalamproses ini adalah 70 – 80
O
C.3.

Kadar kemurnian Zn dalam limbah yang terambil maeningkat dari 32 % menjadi 46 %. Sehingga Znyang ikut terbuang dalam limbah dapat diambil melalui proses elktrolisis ini dengan kadar kemurnianyang lebih tinggi.
5.

Saran
1.

Sebelum memulai elektrolisis sebaiknya logam anoda dan katoda dibersihkan terlebih dahulu.2.

Proses pelarutan limbah padat Zn sebaiknya dilakukan di dalam ruang asam.3.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel yang berbeda untuk mendapatkan hasil yanglebih optimal.
 
6
6.

Ucapan Terima Kasih
1.

Bapak Dr. Ir. Purwanto, DEA. selaku dosen pembimbing yang memberikan arahan dalam pelaksanaanpenelitian dan penyusunan laporan penelitian.

2.

Semua Laboran yang telah membantu dalam penyediaan alat dan tempat penelitian.

3.

Semua teman dan pihak yang telah memberi dukungan dan doa dalam penelitian, sehingga makalahpenelitian ini selesai.
 7.

Daftar Pustaka
1.

An AESF Training Course in Electroplating & Surface Fininshing, AESFS, Orlando, 1998.2.

Aguilar R., Martinez S.A., Rodriguez G., and Soto G., 2005, “
Process Analysis for Tratment of  Industrial Plating Wastewater: Simulation and Control Approach
”, Chemical Engineering Journal3.

Bishop, P.L, 2001, “
Pollution Prevention: Fundamentals and Practice
”, McGraw-Hill, Boston.4.

Durney, J., “
 Electroplating Engineering Handbook 
”, 4th.ed., van Nostrad Reinhold, New York,5.

GEF dan GAA, Gravure, 1991, “
Process and Technology”
, Gravure Association of America, NewYork.6.

Irvine, T.H., 1970, “
The Chemical Analysis of Electroplating Solutions
”, Chemical Publishing Co.,Inc, New York, 1970.7.

Metcal & Eddy, Tcobanoglous,G., Burton, F.L, , 1991, “
Wastewater Engineering : Treatment, Disposal and Reuse
”, McGraw-Hill, New York.8.

Murphy, M., 1996, “
 Metal Finishing
” Guide Book and Directory Issue, Vol. 94, No. 1A.9.

Parthasaradhy, N.V., 1988, “
Practical Electroplating Handbook 
”, Prentice Hall, New Jersey.10.

Purwanto & Huda, Syamsul, 2005, “
Teknologi Industri Elektroplating”,
Badan Penerbit UniversitasDiponegoro, Semarang.11.

Purwanto, 2004, ”
Pengolahan Limbah Elektroplating dengan Pengendapan Menggunakan Koagulan”
,bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Sidoarjo.


 
ion-ion aluminium direduksi menghasilkan logam yang terbentuk sebagai lapisan tipis dibagian bawah wadah elektrolit. Pada anoda yang terbuat dari karbon, ion oksida teroksidasi menghasilkan O2 bebas.Reaksinya adalah : Al
3+
+ 3e
-

Al
(l)
(katoda)2O
2-

O
2(g)
+ 4 e
-
(anoda)4Al
3+
+ 6O
2-

4Al
(l)
+ 3O
2(g)
(total)
P
em
 b
uatan Magnesium
 Sumber utama magnesium adalah air laut. Mg
2+
mempunyai kelimpahan terbesar ketiga dalam laut,kalahannya oleh ion natrium dan ion klorida. Untuk memperoleh magnesium, Mg(OH)
2
diendapkan dariair laut. Pemisahan itu dilakukan dengan cara filtrasi dan lalu dilarutkan dalam asam hidroklorit.Mg(OH)
2
+ 2HCl
MgCl
2
+ 2H
2
OLarutan MgCl
2
diuapkan dan menghasilkan MgCl
2
padat yang lalu dilelehkan dan akhirnya dielektrolisa.Magnesium bebas akan diendapkan pada katoda dan gas klorin dihasilkan pada anoda.MgCl
2(l)
Mg
(l)
+ Cl
2(g)

P
enyulingan Tem
 b
aga
 Salah satu elektrolisis yang paling menarik adalah pemurnian atau penyulingan logam tembaga. Tembagadapat dimbil dari bijinya, dengan cara ini sampai ke tingkat kemurnian 99%. Pengotornya sebagian besaradalah perak, emas, platina, besi dan seng menurunkan konduktivitas listrik tembaga secara drastissehingga harus disuling ulang sebelum dipakai sebagai kawat atau kabel.Tembaga tidak murni dipakaisebagai elektroda sebagai anodapada sel elektrolisis yangmengandung larutan tembagasulfat dan asam sulfat (sebagaielektrolit). Katoda pada sistem iniadalah tembaga dengan kemurniantinggi. Jika selnya dijalankan padategangan yang diperlukan, hanya tembaga dan pengotornya yang lebih mudah teroksidasi daripadatembaga, seng dan besi yang larut disekitar anoda. Logam-logam yang kurang aktif akan runtuh danmengendap dibagian dasar wadah. Pada katoda, ion tembaga direduksi tetapi ion seng dan ion besitertinggal dilarutan karena lebih sukar tereduksi dari pada tembaga. Secara pelan-pelan tembaga anodaterlarut dan tembaga katoda makin tumbuh. Suatu saat tembaga akan mempunyai kemurnian 99,95%!
class=absimg v:shapes="_x0000_i1038">
 
Kotoran yang terkumpul dibagian bawah biasanya disebut sebgai anoda, dapat dipindahkan secaraperiodik dan nilai perak, emas dan platina dapat pula dihitung untuk memperoleh total efisiensipelaksanaan proses penyulingan.
E
lektrolisis Brine
 Brine (=¶air asin¶) adalah larutan natrium klorida jenuh. Pada katoda, air lebih mudah direduksi daripadaion natrium dan gas
H2
akan terbentuk. Reaksi :2e
-
+ 2H
2
O
H
2(g)
+ 2OH
-(aq)
  Walaupun air lebih mudah teroksidasi daripada ion klorida, namun seperti telah disebut bahwa adafaktor-faktor yang kompleks yang mempengaruhi sehingga yang teroksidasi adalah ion klorida.
 Aplikasi
E
lektrolisis Dalam Industri
Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari reaksi elektrolisis, baik dalam bidang industri maupundalam kehidupan sehari-hari.
y

Produksi zatBanyak zat kimia yang diproduksi melalui elektrolisis seperti logam-logam alkali, magnesium,aluminium, fluorin, klorin, natrium, dan lainnya.Contoh: produksi klorin dan NaOH dalam industriSecara industri klorin dan NaOH dapat dibuat melalui elektrolisis larutan natrium klorida.Proses inidisebut
 proses klor-alkali.
 Elektrolisis larutan NaCl ini dapat menghasilkan NaOH danReaksinya:
' class=absimg v:shapes="_x0000_i1039"> ' class=absimg v:shapes="_x0000_i1040">
 
 Reaksi yang terjadi:Pada proses elektrolisis keadaan harus dijaga agar yang terbebtuk tidak bereaksi dengan NaOH.Oleh karena itu ruang anoda dan katoda dipisahkan dengan berbagai cara, yaitu dengan sel diafragmaatau sel merkuri.
y

Pemurnian LogamSalah satu contoh pemurnian logam yang akan dibahas kali ini adalah pemurnian logam tembaga.Tembaga di murnikan secara elektrolisis. Tembaga kotor dijadikan anoda, sedangkan pada katodadigunakan tembaga murni. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan . Selamaelektrolisis, tembaga dari anoda terus menerus dilarutkan kemudian diendapkan pada katode.Reaksinya:
y

PenyepuhanPenyepuhan digunakan untuk melindungi logam terhadap korosi, atau untuk memperbaiki penapilan.Pada penyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan ketoda, sedangkan logam penyepuh sebagaikatoda. Kedua elektroda harus dicelup kedalam larutan garam dari logam penyepuh.
' class=absimg v:shapes="_x0000_i1043">

Elektrolisis

Tambahkan ke Koleksi
299
Reads
2
Readcasts
0
Embed Views
Published by

KIATTekanCtrl-F untuk mencari dengan cepat dibagian manapun dalam dokumen.

Info dan Peringkat

Kategori:
Tidak ada kategori.
Peringkat

Tanggal diunggah:
01/12/2012
Hak Cipta:
Attribution Non-commercial
Tag:
Dokumen ini tidak memiliki tag.
Tandai dokumen karena berisi materi yang tidak pantas
Get unlimited access to over 25 million books, documents, and other written works on Scribd.

Related


680 Reads

314 Reads

163 Reads

Tinggalkan Komentar

Anda harussudah masuk untuk meninggalkan komentar.


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dilaliri oleh aurs listrik searah. Sedangkan sel di mana terjadinya reaksi tersebut disebut sel elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai katoda.
Reaksi-reaksi elektrolisis bergantung pada potensial electrode, konsentrasi, dan over potensial dari spesi yang terdapat dalam sel elektrolisis. Pada sel elektrolisis katode bermuatan negative, sedangkan anode bermuatan positif. Kemudian kation direduksi di katode, sedangkan anion diosidasi di anode.
Elektrolisis mempunyai banyak keguanaan, di antaranya yaitu dapat memperoleh unsure-unsur logam, halogen, gas hidrogen dan gas oksigen, keudian dapat menghitung konsentrasi ion logam dalam suatu larutan, digunakan dalam pemurnian suatu logam, serta salah satu proses elektrolisis yang popular adalah penyepuhan, yaitu melapisi permukaan suatu logam dengan logam lain.
Seperti yang telah diketahui di atas, elektrolisis mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penting agar mahasiswa melakukan praktikum ini agar mahasiswa lebih mengetahui dan dapat mempelajari proses dari elktrolisis.
Elektrokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara perubahan zat dan arus listrik yang berlangsung dalam sel elektrokimia. Dalam kehidupan sehari-hari penerapan elektrolisis sangat banyak, misalnya dalam dunia industri seperti pemurnian logam.Oleh karena itu, pemahaman akan elektrolisis sangat penting, dan melalui percobaan ini diharapkan praktikan mendapatkan lebih banyak pengetahuan.
1.2. Tujuan Percobaan
-     Mengetahui proses elektrolisis pada larutan CuSO4 dengan elektroda karbon
-     Mengetahui perubahan yang terjadi pada katoda dan anoda dari proses elektrolisis
-     Mengetahui proses elektrolisis pada larutan KI dengan katoda dan anoda karbON


BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Reaksi kimia dapat ditimbulkan oleh arus listrik, sebaliknya reaksi kimia dapat dipakai untuk menghasilkan arus listrik. Elektrolisis merupakan proses dimana reaksi redoks tudak berlangsung secara spontan. Untuk lebih memahami apakah sebenarnya elektrolisis itu dapat dilihat pada proses pengisian aki. Dalam proses pengisian aki tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila ke dalam suatu larutan elktrolit dialiri arus listrik searah maka akan terjadi reaksi kimia, yakni penguraian atas elektrolit tadi. Peristiwa penguraian (reaksi kimia) oleh arus searah itulah yang disebut elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat mengahantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai katoda dan anoda.
*        Susunan Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis tidak memerlukan jembatan garam. Komponen utamanya adalah sebuah wadah, electrode, elektrolit, dan sumber arus  searah.
Electron (listrik) memasuki larutan melalui kutub negatif (katode). Spesi tertentu dalam larutan mneyerap electron dari katode dan mengalami reduksi. Sementara itu, spesi ion melepas electron di anode dan mengalam oksidasi. Jadi, sama seperti pada sel volta, reaksi di katode adalah reduksi, sedangkan reaksi di anode adalah oksidasi. Akan tetapi, muatan elektrodenya berbeda. Pada sel volta, katode bermuatan positif, sedangkan anode bermuatan negative. Pada sel elektrolisis katode bermuatan negative sedangkan anode bermuatan positif.
*        Reaksi-reaksi elektrolisis
Apabila listrik dialirkan melalui lelehan senyawa ion maka senyawa ion itu akan diuraikan. Kation direduksi di katode, sedangkan anion dioksidasi di anode.
Reaksi elektrolisis dalam larutan elektrolit berlangsung lebih kompleks. Spesi yang bereaksi belum tentu kation atau anionnya, tetapi mungkin saja air atau elektrodenya. Hal itu bergantung pada potensial spesi-spesi yang terdapat dalam larutan. Untuk menuliskan reaksi elektrolisis larutan elektrolit, faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
  1. Reaksi-reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap electrode.
  • Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial electrode lebih positif.
  • Spesi yang mengalami oksidasi di anode adalah yang mempunyai potensial electrode lebih negatif.
  1. Jenis elektrode, apakah inert atau aktif
Elektrode inert adalah elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi. Elektrode inert yang sering digunakan yaitu platina dan grafit.
  1. Overpotensial
Overpotensial adalah potensial tambahan yang diperlukan sehingga suatu reaksi elektrolisis dapat berlangsung.
Contoh :
Elektrolisis larutan CuSO4 dengan katode dan anode Cu. Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elktrode Cu terbentuk endapan Cu di katode dan anodenya (Cu) larut.hasil-hasil itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Dalam larutan CuSO4 terdapat ion Cu2+, ion SO42- molekul air serta logam tembaga (elektrode). Berbeda dengan elktrode grafit yang inert (sukar beraksi), tembaga dapat mengalami oksidasi di anode. Kemungkinan reaksi yang terjadi di katode aldah reduksi ion Cu2+ atau reduksi air.
Cu2+ +  2e     → Cu                         E° = +0.34 V
2H2O + 2e     → 2OH- + H2 E° = – 0.83 V
Oleh karena potensial reduksi Cu2+ lebih besar maka reduksi ion Cu2+ lebih mudah berlangsung. Sementara itu, kemungkinan reaksi yang terjadi di anode adalah oksidasi ion SO42- ,oksidasi air atau akosidasi Cu.
2SO42- ®  S2O82- +  2e                                    E° = -2.71 V
2H2O  ®   4H+ + O2 + 4e                               E° = -1.23 V
Cu       ®  Cu2+ + 2e                                       E° = -0.34 V
Oleh karena potensial oksidasi Cu paling besar maka oksidasi tembaga lbih mudah berlangsung. Jadi, elektrolisis larutan CuSO4 dengan Cu menghasilkan endapan Cu di katode dan melarutkan Cu di anode.
CuSO4 ® Cu2+ + SO42-
Katode :  Cu2+ + 2e ® Cu
+
Anode  :  Cu            ® Cu2+ + 2e
Cu             ® Cu
(anode)               (katode)
Berdasarkan daftar potensial elektrode standar dapat dibuat suatu ramalan tentang reaksi katode dan reaksi anode pada suatu elktrolisis. Ramalan mungkin akan meleset jika spesi yang terlibat mempunyai overpotensial yang signifikan.
  1. Reaksi-reaksi di katode (reduksi)
Reaksi di katode bergantung pada jenis kation dalam larutan. Jika kation berasal dari logam-logam aktif (logam golongan IA, IIA, Al atau Mn), yaitu logam-logam yang potensial elektrodanya lebih kecil ( lebih negative daripada air), maka air yang tereduksi. Kation selain yang disebutkan di atas akan tereduksi.
Contoh :
Pada elektrolisis larutan NaCl (kation Na+), air yang tereduksi, bukannya ion Na+ .
Pada elektrolisis larutan CuSO4 (kation Cu2+), ion Cu2+ yang tereduksi.
  1. Reaksi-reaksi di Anode (Oksidasi)
Elektrode negative (katode) tidak mungkin ikut bereaksi selama elektrolisis karean logam tidak ada kecenderungan menyerap elektron membentuk ion negatif. Akan tetapi, elektrode posistif (anode) mungkin saja ikut bereaksi, melepas electron dan mengalami oksidasi. Kecuali Pt dan Au, pada umumnya logam mempunyai potensial oksidasi lebih besar daripada air atau anion sisa asam. Oleh karena itu, jika anode tidak terbuat dari Pt, Au atau grafit, maka anode itu akan teroksidasi.
L ®  Lx+ + xe
Elektrode Pt, Au dan Grafit (C) digolongkan sebagai elektrode inert (sukar bereaksi). Jika anode terbuat dari elektrode inert, maka reaksi anode bergantung pada jenis anion dalam larutan. Anion sisa lebih negatif daripada air. Anion-anion seperti itu sukar dioksidasi sehingga air yang teroksidasi.
2H2O  ®   4H+ + O2 + 4e
Jika anion lebih mudah dioksidasi daripada air, seperti Br-, dan I-, maka anion itu yang teroksidasi. Skema reaksi-reaksi elektrolisis:

Reaksi di katode bergantung pada jenis kation :

Kation
Logam aktif (Golongan IA,IIA,Al dan Mn): air yang tereduksi. 2H2O + 2e ® H2 + 2OH-

Kation lain : kation yang tereduksi
2H+ + 2e ®  H2
Lx+ + xe ®  L
Reaksi di anode bergantung pada jenis anode dan anion :
Sisa asam lain atau OH- :anion teroksidasi.
Contoh : 2Br- ® Br2 + 2e
4OH- ® 2H2O + O2 + 4e

Sisa asam oksi : Air tereduksi
2H2O  ®   4H+ + O2 + 4e

Inert : Anion (Pt,Au,C)



Anode

Anoda tak inert : anode teroksidasi
L ®  Lx+ + xe







Penggunaan Elektrolisis
a. Produksi Zat
Banyak zat kimia dibuat melalui elektrolisis, misalnya logam-logam alkali, magnesiumm, alumunium, flourin, klorin, natrium hidroksida, natrium hipoklorit dan hidrogen peroksida.
b. Pemurnian Logam
Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. Untuk membuat kabel listrik diperlukan tembaga murni, sebab adanya pengotor dapat mengurangi konduktivitas tembaga, akibatnya akan timbul banyak panas dan akan membahayakan penggunanya.
c. Penyepuhan
Penyepuhan ( electroplanting ) dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Pada penyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan katoda sedangkan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektrode itu dicelupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh. Contoh, penyepuhan sendok yang terbuat dari besi ( baja ) dengan perak.

Hukum Faraday
” Massa zat dibedakan pada elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah listrik yang digunakan “.
G = k i t ME
k =       jadi      G =
ME =
Dengan, G = massa zat yang dibebaskan (dalam gram)
i = kuat arus (dalam ampere)
t = waktu (dalam detik)
ME = massa ekivalen



BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat-alat
-    Tabung U
-    Tiang statif dan klem
-    Pipet tetes
-    Tabung reaksi
-    Adaptor

3.1.2 Bahan-bahan
-    Batang Karbon
-    Kawat Tembaga
-    CuSO4 0,5 M
-    KI 0,5 M
-    Indikator pp
-    Tissue

3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1 Larutan KI dengan katoda Cu dan anoda C
-    Dimasukkan KI 0,5 M kedalam tabung U
-    Dimasukkan masing-masing elektroda berupa tembaga dan karbon kemasing-masing permukaan tabung U dengan dialiri sumber arus searah 9 volt, selama beberapa menit, lalu diputuskan
-    Diamati perubahan yang terjadi pada katoda dan anoda
-    Diambil 1 pipet larutan diruang katoda kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditetesi dengan indikator pp
3.2.2 Larutan CuSO4 dengan elektroda C
-    Dimasukkan CuSO4 0,5 M kedalam tabung U
-    Dimasukkan kedua elektroda berupa batang karbon kepermukaan tabung U dengan arus searah 90 volt selama beberapa menit, lalu diputuskan
-    Diamati perubahan yang terjadi
-    Diambil 1 pipet larutan diruang katoda kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditetesi dengan indikator pp



























BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
No.
Perlakuan
Pengamatan
1.









2.








Larutan KI dengan anoda C dan katoda Cu
-    Dimasukan larutan KI 0,5 M ke dalam tabung U, dimasukkan elektroda berupa karbon dan tembaga dan dialiri arus 9 volt
-    1 pipet larutan KI pada ruang katoda diberi beberapa tetes indikator pp

Larutan CuSO4 dengan elektroda karbon
-      Dimasukan larutan CuSO4 0,5 M ke dalam tabung U, dimasukkan elektroda berupa batang karbon dan dialiri arus 9 volt
-      1 pipet larutan CuSO4 pada ruang katoda diberi beberapa tetes indikator pp


-     Katoda (Cu) : Warna larutan berubah menjadi warna kuning
-     Anoda (C) : terdapat gelembung gas dan terbentuk endapan karbon
-     Larutan berwarna pink / merah lembayung




-     Katoda (C) : Tidak terjadi reaksi apa-apa
-     Anoda (C) : Terdapat gelembung gas O2

-     Tidak terjadi perubahan warna pada larutan


4.2 Reaksi – reaksi
4.2.1 CuSO4 dengan katoda : karbon, anoda : karbon
CuSO4 Cu2+ + SO42-
Katoda ( C):    Cu2+ + 2e- Cu
Anoda ( C) :    2H2O               4H+ + O2 + 4e-
2H2O + 2Cu2+ Cu + 4H+ + O2
4.2.2 KI dengan katoda : tembaga, anoda : karbon
KI           K+ +  I-
Katoda ( Cu ) :2H2O +  2e- 2OH- + H2
Anoda ( C ) :    2I- I2 + 2e-
2H2O + 2I- I2 + H2 + 2OH-


4.3 Pembahasan
Elektrokimia adalah peristiwa terjadinya reaksi oksidasi-reduksi dalam bentuk setengah reaksi yang terpisah dalam oksidasi dan redukasi atau bisa disebt juga sebagai gabungan antara dua setengah sel yaitu antara katoda dan anode. Dalam sel elektrokimia terjadi reaksi redoks spontan, yaitu reaksi yang berlangsung serta merta. Sel elektrokimia mengubah energy dari suatu reaksi redoks spontan menjadi energi  listrik berupa aliran electron yang bergerak dari anode menuju katode.
Elektrolisis adlaah suatu peristiwa penguraian (reaksi kimia) atas larutan elektrolit akibat dialiri arus listrik searah. Dalam reaksi elektrolisis, energy listrik digunakan untuk menghasilkan suatu perubahan imia yang tidak akan terjadi secara spontan. Dalam reaksi elektrolisis, pada anoda terjadi reaksi oksidasi yakni reaksi pelepasan elektron, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi yaitu reaksi penangkapan elektron.
Perbedaan mendasar antara sel volta ( sel elektrokimia ) dengan sel elektrolisis adalah sebagai berikut :

No
Sel Volta
Sel Elektrolisis
1

2


3
4
5



6
Reaksi kimia berlangsung secara spontan
Terjadi perubahan energi dari energi kimia → energi listrik atau menghasilkan arus listrik
Katoda merupakan kutub positif
Anoda merupakan kutub negatif
Pemberian tanda kutub positif dan negatif, berdasarkan pada potensial listrik kedua elektrodanya
Contohnya : Baterai alkali, radio, kalkulator, televisi, sel bahan bakar
Reaksi kimia tidak berlangsung secara spontan
Terjadi perubahan energi dari energi listrik → energi kimia berlangsung suatu reaksi kimia
Katoda merupakan kutub negatif
Anoda merupakan kutub positif
Penentuan kutub positif dan negatif, didasarkan pada potensial yang diberikan dari luar.

Contohnya : Pembuatan gas, penyepuhan logam, pemurnian logam dan pengisian aki

Adapun perbedaan antara elektrokimia dan elektrolisis antara lain sebagai berikut :
a. Elektrolisis merupakan proses di mana reaksi redoks tidak beralngsung secara    spontan, sedangkan elektrokimia merupakan proses di mana reaksi edoks berlangsung secara spontan.
b.Anode pada sel elektrokimia bermuatan (-) dan katodanya bermuatan ( + ), sedangkan pada sel elektrolisis anoda bermuatan ( + ) dan katodanya bermuatan(-)
c. Dalam reaksi elektrokimia , spesi yang bereaksi yaitu kation dan anionnya sedangkan reaksi elektrosis dalam larutan elektrolit berlangsung lebih kompleks di mana spesi yang bereaksi belum tentu kation atau anionnya, tetapi mungkin saja air atau elektrodanya
Aplikasi elektrolisis dalam kehidupan sehari – hari adalah sebagai berikut :
  1. Pereduksi Zat
Banyak zat kimia dibuat melalui elektrolisis, misalnya logam-logam alkali, magnesium, aluminium, fluorin, natrium hidroksida, natrium hipoklorit, dn hidrogen peroksida.
Klorin dan natrium hidroksida dibuat dari elektrolisis larutan natrium klorida. Proses ini disebut proses klor-alkali dan merupakan proses industry yang sangat penting. Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan NaOH di katoda dan Cl2 di anode :
NaCl ® Na+ + Cl-
Katode : 2H2O + 2e ® 2OH- + H2
+
Anode  : 2Cl- ®  Cl2 + 2e
2H2O + 2Cl- ® 2OH- + H2 + Cl2
Reaksi rumus : 2H2O + 2 NaCl ® 2NaOH + H2 + Cl2

  1. Pemurnian Logam
Contoh terpenting dalam bidang ini adalah permunian tembaga. Untuk membuat kabel listrik diperlukan tembaga murni, sebab adanya pengotor dapat mengurangi konduktivitas tembaga. Akbiatanya, akan timbul banyak panas dan akan membahayakan penggunaannya.
Tembaga dimurnikan secara elektrolisis. Tembaga ktor dijadikan anode, sedangkan katode digunakan tembaga murni. Larutan elektrolit yang digunakan adalah CuSO4. Selama elektrolisis, tembaga dari anode terus-menerus dilarutkan kemudian diendapkan pada katode.
CuSO4 ® Cu2+ + SO42-
Katode : Cu2+ + 2e  ® Cu
+
Anode  : Cu   ®  Cu2+ + 2e
Cu  ® Cu
  1. Penyepuhan
Penyepuhan (electroplatiny) dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampian. Pada pneyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Kedua elektroda itu dicelupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh.
Pada percobaan elektrolisis larutan CuSO4 dengan katoda C dan anoda C, larutan CuSO4 dimasukkan ketabung U kemudian kedua elektroda batang karbon dimasukkan. Larutan berwarna biru jernih. Pada anoda terdapat gelembung gas :
2H2O        ® 4H+ + O2 + 4e

Sehingga menghasilkan gelembung O2. Sedangkan pada katoda tidak terjadi reaksi apa-apa hanya tetap Cu.
Pada peristiwa elektrolisis ini spesi yang ada didalam sel elektrolisis ialah ( Cu2+, SO42- dan H2O ), sedangkan karbon merupakan elektroda yang inert ( tidak ikut bereaksi ).
Pada percobaan elektrolisis larutan Ki dengan katoda Cu dan anoda C, terjadi gelembung gas pada anoda serta terbentuk endapan karbon, sedangkan pada katoda warna larutan menjadi coklat kekuningan. Pada elektrolisis ini spesi yang ada didalam sel elektrolisis adalah K+, I- dan H2O, sedangkan untuk tembaga terletak sebagai katoda maka tidak ikut bereaksi dan untuk karbon yang terletak sebagai anoda karena merupakan elektroda inert.
Dalam percobaan elektrolisis digunakan beberapa reagen yang berfungsi sebagai larutan elektrolit untuk CuSO4 dan KI dan indikator pp sebagai petunjuk atau indikator adanya OH- pada larutan katoda yang berarti besifat basa.
Pada percobaan kali ini faktor kesalahan yang terjadi adalah terbalik dalam peletakan anoda dan katoda pada rangkaian elektrodanya.










BAB 5
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
-        Pada proses elektrolisis pada larutan CuSO4 dengan elektroda karbon, terjadi reduksi Cu2+ menjadi Cu pada katoda dan terjadi oksidasi air pada anoda
-        Perubahan yang  terjadi pada katoda dan anoda ialah pada larutan CuSO4 dengan katoda C dan anoda C, tidak terjadi reaksi apa-apa pada katoda, dan terdapat gelembung gas O2. Sedangkan pada larutan KI dengan katoda Cu dan anoda C, warna larutan berubah menjadi warna kuning pada katoda dan pada anoda terdapat gelembung gas serta terbentuk endapan karbon.
-        Pada proses elektrolisis pada larutan KI dengan katoda Cu dan anoda C, terjadi reduksi air pada katoda dan oksidasi I- menjadi 2I pada anoda
5.2 Saran
Sebaiknya selain elektrolit diatas dapat diganti juga dengan elektrolit asam kuat seperti HCl, agar pengetahuan praktikan lebih bertambah.







DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond.2004.Kimia Dasar. Erlangga : Jakarta
Keenan, dkk.1984.Kimia Untuk Universitas. Erlangga : Jakarta
Petrucci, Ralph.H.1990.Kimia Dasar. Erlangga : Jakarta










Be the first to like this.

Tinggalkan Balasan





JUDUL
Elektrolisis larutan garam Kalium Iodida(KI) dengan elektrode karbon.

TUJUAN
Untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam Kalum Iodida(KI) dengan elektrode karbon.

ALAT DAN BAHAN
Alat :
  • Pipet tetes
  • Tabung reaksi
  • Kabel penghubung kubu positif negatif
  • Gelas ukur
  • Labu reaksi U
  • 4 buah baterai 1,5 volt
Bahan
  • Larutan Kalium Iodida
  • Larutan Fenolftalein
  • Larutan Amilum
  • Karbon

CARA KERJA
  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Isi labu reaksi U dengan larutan Kalium Iodida.
  3. Hubungkan kabel penghubung pada anoda dan pada katoda.
  4. Lakukan proses elektolisis larutan Kalium Iodida sampai terlihat perubahan pada kedua elektrode.
  5. Dengan menggunakan pipet tetes,pindahkan larutan dari ruang katode kedalam dua tabung masing-masing kira-kira 2 mL.
  6. Tambahkan 2 tetes larutan fenolftalein kedalam tabung 1.
  7. Tambahkan 2 tetes larutan amilum kedalam tabung 2.
  8. Catat hasil pengamatan.
  9. Lakukan hal yang sama pada ruang anode.
  10. Catat hasil pengamatan.

HASIL PERCOBAAN
Cairan dalam ruang
Perubahan selama elektrolisis
Perubahan setelah ditambah fenolftalein
Perubahan setelah ditambah amilum
anode
berwarna kuning
tidak berubah warna
(tetap kuning)
berwarna biru kehitaman
katode
bergelembung
berubah warna menjadi agak keunguan
tidak berubah warna
(tetap bening)

ANALISIS DATA
Pertanyaan :
1        Zat apakah yang terjadi diruang anode sebagai hasil elektrolisis? Jelaskan!
2        Ion-ion apakah yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis? Jelaskan!
3        Tulislah persamaan setengah reaksi yang terjadi pada :
  1. katode
  2. anode
4        Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolosis tersebut!

Jawaban :
1        Zat yang terjadi diruang anode sebagai hasil elektrolisis yaitu karbon.Perubahan warna larutan Kalium Iodida menjadi warna kuning menunjukkan bahwa Kalium Iodida terelektrolisis oleh karbon .
2         Ion-ion yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis yaitu ion karbon dari anode.Hal ini ditunjukkan oleh adanya gelembung yang terdapat diruang katode.Selain itu,karbon yang ada diruang katode pun berkurang.

3        Katode :          2H2O + 2e  →  H2 + 2OH-
Anode :           2I                →   I2 + 2e
2H2O +`2I→  H2 + 2OH- + I2

4        Adanya perubahan warna diruang anode dan katode menunjukkan bahwa Kalium Iodida terelektrolisis oleh karbon.

KESIMPULAN
Perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam Kalium Iodida oleh karbon ditandai dengan adanya perubahan warna dan ion-ion yang terjadi diruang elektrode.


world GERHANA

Rabu, 16 November 2011

Elektrolisis Larutan Kalium Iodida

 

Ada pertanyaan kepada saya, apa yang terjadi jika larutan kalium iodida (KI) dielektrolisis?

Sekarang keadaan yang perlu kita perhatikan adalah: Elektroda yang digunakan, jenis zat yang dielektrolisis, dan tingkat kebersihan peralatan.

Dalam elektrolisis larutan KI, kita dapat menggunakan Elektroda Grafit (Karbon) dengan alasan Karbon bersifat inert dan tidak bereaksi dengan gas - gas yang dihasilkan pada elektrolisis.

Jenis zat yang dielektrolisis adalah Larutan, sehingga perlu diperhatikan antara ion - ion Kalium dan Iodin akan bersaing dengan molekul air untuk dioksidasi atau direduksi.

Secara sederhana, reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda adalah:


Sekarang permasalahannya adalah, bagaimana ciri - ciri fisik yang terjadi pada kedua elektroda?

Yang pertama, pada katoda, karena kalium memiliki nilai potensial reduksi standar lebih negatif dibanding air, maka air-lah yang mengalami reduksi. Ion hidroksida yang terbentuk akan berikatan dengan ion kalium membentuk kalium hidroksida. Adanya ion hidroksida menandakan larutan disekitar katoda akan memiliki pH > 7 (Basa). Apabila kita meneteskan indikator Fenolftalein (PP) yang memiliki rentang pH 8,00 - 10,0, akan terbentuk suatu larutan berwarna ungu karena PP bereaksi dengan ion hidroksida membentuk suatu kompleks senyawa yang berwarna ungu. Semakin tinggi pH, semakin gelap warna larutan (Tak berwarna - Rosa - Ungu).

Pada anoda, ion iodida akan teroksidasi menjadi gas iodin diikuti oleh pembentukan gas oksigen yang persentasenya lebih sedikit karena anoda cenderung mengoksidasi ion iodida dibanding air dengan alasan potensial reduksi standar. Ciri - ciri fisik yang terlihat pada elektrolisis ini adalah:

Pertama, dikarenakan Iodin memiliki titik didih melebihi suhu kamar (113,7 oC) sehingga Iodin akan berupa padatan pada suhu kamar. Memang benar ketika ion iodida dioksidasi akan langsung membentuk gas iodin yang berwarna ungu karena energi yang diberikan oleh arus listrik sangat besar sehingga ion iodida teroksidasi membentuk fasa gas, bukan fasa padat. Tapi apabila tidak ada perlakuan lebih lanjut, dengan segera gas iodin akan menyublim dan membentuk Iodin padat yang berwarna hitam.

Karena kita menggunakan larutan KI, Iodin padat dengan spontan larut dalam KI membentuk kompleks Kalium Triiodida (KI3) yang berwarna coklat terang.

Penjelasan diatas dapat dipermudah dengan persamaan kimia berikut:


Jangan lupakan juga bahwa KI merupakan larutan yang tidak begitu stabil apabila berada dibawah pengaruh sinar matahari. Pengaruh ultraviolet (hv) pada larutan KI adalah, KI dapat mengalami reaksi fotodisosiasi membentuk larutan I2 yang berwarna coklat muda didalam air.


Gas Iodin


Larutan KI3 (Coklat)


Padatan Iodin


Kesetimbangan Iodin pada Fasa Gas dan Padat


Larutan Iodin(aq)


Daftar Pustaka:
Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/File:IodoAtomico.JPG
http://xamplified.com/wp-content/uploads/2009/03/black-flakes-of-iodine1.jpg
http://nobel.scas.bcit.ca/resource/ptable/ptblegif/i.gif
http://www.harpercollege.edu/tm-ps/chm/100/dgodambe/thedisk/labtech/sepfun2.htm
Susilowati, Endang. 2009. Theory and Application of Chemistry 3 for Senior High School. Solo: Tiga Serangkai
Agus Salim

Tidak ada komentar:

Link ke posting ini

Pengikut

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto Saya

Entri Populer

EVOLUSI DARWIN VS LAMARCK Ahli biologi Prancis yang menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuh makhluk hidup diakbibatkan oleh...
TEORI KECENDERUNGAN EVOLUSI Beberapa teori tentang kecenderungan evolusi adalah sebagai berikut. 1.Teori Evolusi Sintesis Sekelompok i...
Teori Evolusi Charles Darwin Teori Evolusi Darwin Lengkap – Salam sahabat buat semua pembaca blog ini. Kali ini mari kita bersama ...
Ada pertanyaan kepada saya, apa yang terjadi jika larutan kalium iodida (KI) dielektrolisis? Sekarang keadaan yang perlu kita perhatikan...
Hukum archimedes — Document Transcript RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Mahasiswa Praktikan: Mu...
Kumpulan Laporan Laboratorium Fisika 1 APERTURE ACCESSORIES A. Rumusan Masalah a. Bagaimana pengaruh dari ukuran celah terhadap intensi...
Genetics and Evolution - Genetika dan Evolusi In the 19th century, a man called Charles Darwin , a biologist from England, set off on t...
Bukti Evolusi      Peraih Hadiah Nobel, ilmuwan Linus Pauling tepat digambarkan sebagai ilmu mencari kebenaran. Ilmu melakukan hal ini de...
Kaitan Gaya apung, Gaya berat, dan Massa jenis Selama ini saya suka bingung dengan argumentasi bahwa jika suatu benda terapung di atas ...
Rumus-rumus Umum dalam Lensa Permukaan sebuah lensa dapat berupa bola, parabola atau silinder. Namun uraian materi artikel ini hanya me...

Amazon Deals

Amazon MP3 Clips

Template Simple. Gambar template oleh 4x6. Diberdayakan oleh Blogger.


 
ELEKTROLISIS (KELAS XII)
Tujuan :
Untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam Natriumsulfat dan Kalium yodida.
Alat dan Bahan :Alat dan BahanUkuran/satuanJumlahTabung U
-2
 
Elektroda karbon dan kabel
0,5 m2/2
Baterai/catudaya
1,5 V4/1
Jepit buaya
-4
Statif dan klem
-1/1
Tabung reaksi dan rak 
-4/1
Pipet tetes
-1
Gelas kimia
100 cm
3
3
Larutan Natrium sulfat
0,5 M50 cm
3
Larutan Kalium yodida
0,5 M50 cm
3
Fenoftalein
-Sebotol
Indikator universalLarutan kanji/amilumCara Kerja :
1.Pasang alat elektrolisis.2.Elektrolisis larutan Na
2
SO
4
.Tambahkan 10 tetes indikator universal ke dalam ± 50 cm
3
larutan Na
2
SO
4
dalam gelas kimia.Tuangkan larutan ini ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung. Celupkanelektroda karbon ke dalam masing-masing tabung U, dihubungkan kedua elektroda dengansumber arus searah 6 V selama beberapa menit. Catat perubahan warna yang terjadi dalamkedua kaki tabung U itu.1.Elektrolisis larutan KI.2.Masukkan larutan KI ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung. Celupkankedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektrodaitu dengan sumber arus searah 6 V selama ± 5 menit. Catat perubahan yang terjadi padatiap-tiap elektroda.
' class=absimg v:shapes="_x0000_i1055"> class=absimg v:shapes="_x0000_i1056">
 
3.Keluarkan dengan hati-hati kedua elektroda, cium baunya dan catat.4.Pipet 2 cm
3
larutan dari ruang katoda ke dalam 2 tabung reaksi tambahkan setetes penoftalein pada tabung 1 dan beberapa tetes larutan Amilum pada tabung 2.5.Ulangi cara kerja ini dengan larutan dari ruang anoda. Amati dan catat yang terjadi.1.Elektrolisis larutan Na
2
SO
4
.Hasil larutan + indicator universal1.Sebelum dielektrolisis?2.Sesudah dielektrolisis
Pada ruang katoda?
Pada ruang anoda?
Pembahasan :
1.Na
2
SO
4
→ 2 Na
+
+ SO
42-
+ 10 tetes indikator universalA (+): 2 H
2
O → 4 H
+
+ O
2
+ 4 eK (-) : 2 H
2
O + 2 e → 2 OH
-
+ H
2
Na
2
SO
4
+ 6 H
2
O → 2 Na
+
+ SO
42-
+ 4 H
+
+ 4 OH
-
+ O
2
+ 2 H
2
Katoda : NaOH + gas H
2
Anoda : H
2
SO
4
+ gas O
2
2. KI → K 
+
+ I
-
A (+): 2 I- → I2 + 2 eK (-) : 2 H
2
O + 2 e → 2 OH
-
+ H
2
2 KI + 2 H
2
O → 2 K 
+
+ I
2
+ 2 OH
-
+ H
2
2 KI + 2 H
2
O → 2 KOH + I
2
+ H
2
Katoda : KOH + gas H
2
 
Dasar Teori :
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakanuntuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode,elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi.Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi.Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda darispesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.
Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinyaterbesar.
Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinyaterbesar.Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:1.Elektrolisis larutan elektrolit.2.Elektrolisis larutan non elektrolit.Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:1.Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas)2.Elektroda selain inert/aktif.
Kesimpulan :
1.Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda (reduksi) dan reaksi anoda (oksidasi).2.Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektrolisis larutan elektrolit dan elektrolisisleburan elektrolit.3.Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektroda inert dan elektrodaselain inert.
Daftar Pustaka
 
Purba, Michael. 2007.
 Kimia untuk SMA Kelas XII 
. Jakarta: Erlangga.

 
REAKSI ELEKTROLISIS
Tujuan: Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam natriumsulfat dan kalium iodide.Landasan Teori:Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakanuntuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode,elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi.Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi.Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda darispesi tersebut.Alat dan bahan1.

4
buah tabung reaksi2.

2 buah gelas ukur 3.

Rak tabung reaksi
4
.

Sebuah pipa U5.

2 buah pipet6.

Adaptor 7.

2 buah Elektrode karbon8.

Sebuah lampu9.

Sebuah kabel10.

Sebuah penyangga11.

Larutan KI12.

Larutan Na2SO
4
 13.

Fenolfeltain1
4
.

Larutan amilumLangkah KerjaA.

Percobaan 11.

Siapkan alat dan bahan.2.

Ukur 60 ml larutan Na2SO
4
dengan menggunakan gelas ukur.3.

Tetesi larutan Na2SO
4
dengan indikator universal sebanyak 5 tetes.
4
.

Tuang larutan Na2SO
4
kedalam gelas kimia.5.

Masukkan larutan Na2SO
4
kedalam pipa U.6.

Hubungkan kedua elektroda karbon dengan kabel.7.

Masukkan kedua elektroda karbon pada bagian kiri dan kanan pipa U.8.

Amati dan catat hasilnya.B.

Percobaan 21.

Siapkan alat dan bahan.2.

Ukur 60 ml larutan KI dengan menggunakan gelas ukur.3.

Tuang larutan KI kedalam gelas kimia.
4
.

Masukkan larutan KI kedalam pipa U.5.

Hubungkan kedua elektroda karbon dengan kabel.6.

Masukkan kedua elektroda karbon pada bagian kiri dan kanan pipa U.


 
7.

Setelah ada perubahan, masukkan hasil elektroisis sebelah kanan kedalam2 tabung reaksi dengan menggunakan pipet.8.

Masukkan hasil elektrolisis sebelah kiri kedalam 2 tabung reaksimenggunakan pipet.9.

Tabung reaksi 1 sebelah kanan diberi Indikator PP sebanyak 3 tetes dantabung reaksi 2 sebelah kanan diberi larutan amilum sebanyak tetes.10.

Tabung reaksi 1 sebelah kiri diberi Indikator PP sebanyak 3 tetes dantabung reaksi 2 sebelah kiri diberi larutan amilum sebanyak tetes.11.

Amati dan catat hasilnya.Hasil PengamatanAnalisis Data1.

 Na
2
SO
4
2 Na
+
+ SO
4
2-
+ 10 tetes indikator universalA (+) : 2 H
2
O
4
H
+
+ O
2
+
4
eK (-) : 2 H
2
O + 2 e 2 OH
-
+ H
2
  Na
2
SO
4
+ 6 H
2
O 2 Na
+
+ SO
4
2-
+
4
H
+
+
4
OH
-
+ O
2
+ 2 H
2
 Katoda : NaOH + gas H
2
 Anoda : H
2
SO
4
+ gas O
2
 2. KI
+
+ I
-
 A (+) : 2 I- I2 + 2 eK (-) : 2 H
2
O + 2 e 2 OH
-
+ H
2
 2 KI + 2 H
2
O 2 K 
+
+ I
2
+ 2 OH
-
+ H
2
 2 KI + 2 H
2
O 2 KOH + I
2
+ H
2
 Katoda : KOH + gas H


 

4
warna pada anoda.9.

Mencatat hasil pengamatan ke dalam table pengamatan.
E.

Hasil Pengamatan
Elektrolisis larutan Na
2
SO
4
0,5 M Elektrolisis larutan KI 0,5 MRuang anoda :

Setelah diruang katodaterbentuk gelembung, di ruanganoda mulai menyusul timbulgelembung.

kertas lakmus merah tetapberwarna merah dan kertaslakmus biru berubah warnamenjadi merah.

dari percobaan kertas lakmustersebut menunjukan ruanganoda bersifat asam.Ruang anoda :

terbentuk gelembung.

pada detik ke-10 terjadiperubahan warna menjadi coklat.

setelah ditetesi amilum sebanyak5 tetes warna pada ruang anodasekilas menjadi berwarna ungu.Ruang katoda :

Muncul gelembung terlebihdahulu dari ruang anoda,gelembung banyak, berukurankecil-kecil.

kertas lakmus merah menjadibiru dan kertas lakmus biruwarnanya tetap biru.

dari percobaan kertas lakmustersebut menunjukan ruangkatoda bersifat basaRuang katoda :

terbentuk gelembung pada menitke-1.

kertas lakmus merah menjadi birudan kertas lakmus biru warnanyatetap biru.

dari percobaan kertas lakmustersebut menunjukan bahwadalam ruang katoda bersifatbasa.
F.

Kesimpulan
1)

Sifat larutan pada ruang katoda adalah basa.Menunjukkan adanya reduksi air yang menghasilkan OH
-
(pembawa sifat basa).Reaksi :
2H
2
O
(l)
+ 2e
H
2(g)
+
2OH
-
(aq)
Yang terbukti dengan berubahnya warna kertas lakmus menjadi biru.2)

Gas yang terjadi pada ruang katoda adalah H
2.
 Reaksi :
2H
2
O
(l)
+ 2e

H
2(g)
+ 2OH
-
(aq)

Yang terbukti dengan munculnya gelembung-gelembung gas.3)

Pada elektrolisis larutan KI pada anoda terjadi oksidasi ion I
-
.
class=absimg v:shapes="_x0000_i1057"> class=absimg v:shapes="_x0000_i1058">
 

5
Reaksi:2I
-(s)

I
2(aq)
+ 2eYang terbukti dengan berubahnya warna larutan pada anoda yang awalnya coklatmenjadi ungu setelah ditetesi amilum.Pada elektrolisis larutan Na
2
SO
4
pada anoda terjadi oksidasi air menjadi H
+
 (pembawa sifat asam) dan gas O
2
.Reaksi:2H
2
O
(l)

4H
+(aq)
+ O
2(g)
+ 4eYang terbukti dengan berubahnya warna kertas lakmus menjadi merah danmunculnya gelembung-gelembung gas.4)

Persamaan setengah reaksi untuk elektrolisis:a.

Na
2
SO
4
Na
2
SO
4(aq)

2Na
+(aq)
+ SO
42-(aq)
 A (+) 2H
2
O
(l)


4H
+(aq)
+ O
2(g)
+ 4e x 1K (-) 2H
2
O
(l)
+ 2e
H
2(g)
+ 2OH
-(aq)
x 22H
2
O
(l)
+ 4H
2
O
(l)

4H
+(aq)
+ O
2(g)
+ 2H
2(g)
+ 4OH
-(aq)
2H
2
O
(l)
O
2(g)
+ 2H
2(g)
 b.

KIKI
(aq)

K
+(aq)
+ I
-(aq)
 A (+) 2I
-(s)


I
2(aq)
+ 2e x 1K (-) 2H
2
O
(l)
+ 2e
H
2(g)
+ 2OH
-(aq)
x 12I
-(s)
+ 2H
2
O
(l)

I
2(aq)
+ H
2(g)
+ 2OH
-(aq)

G.

Pertanyaan
1.

Produksi zatContoh:Klorin dan natrium hidroksida dibuat dari elektrolisis larutan natrium kloridayang disebut proses
klor-alkali
.NaCl
(aq)

Na
+(aq)
+ Cl
-(aq)
K (-) 2H
2
O
(l)
+ 2e
H
2(g)
+ 2OH
-(aq)
x 1A (+) 2Cl
-(l)


Cl
2(aq)
+ 2e x 12H
2
O
(l)
+ 2Cl
(l)

H
2(g)
+ 2OH
-(aq)
+ Cl
2(aq)
 +++
class=absimg v:shapes="_x0000_i1059">
class=absimg v:shapes="_x0000_i1060"> class=absimg v:shapes="_x0000_i1061">
 

6
2.

Pemurnian logamContoh:Tembaga dimurnikan secara elektrolisis. Tembaga kotor dijadikan anoda,sedangkan katoda menggunakan tembaga murni. Larutan elektrolit yangdigunakan adalah CuSO4. Selama elektrolisis, tembaga dari anoda terus menerusdilarutkan kemudian diendapkan pada katoda.CuSO
4(aq)

Cu
2+(aq)
+ SO
42-(aq)
K (-) Cu
2+(aq)
+ 2e
Cu
(s)
x 1A (+) Cu
(s)


Cu
2+(aq)
+ 2e x 1Cu
(s)

Cu
(s)

Anoda katoda
3.

PenyepuhanContoh:Penyepuhan sendok yang terbuat dari besi (baja) dengan perak. Sendokdigunakan sebagai katoda, sedangkan anoda adalah perak murni. Larutanelektrolitnya adalah larutan perak nitrat. Pada katoda, akan terjadipengendapan perak, sedangkan pada anoda, perak terus menerus larut.Konsentrasi ion Ag
+
dalam larutan tidak berubah.K (-) (Fe) Ag
+(aq)
+ e
Ag
(s)
x 1A (+) (Ag) Ag
(s)


Ag
+(aq)
+ e x 1Ag
(s)

Ag
(s)
Anoda katoda


Senin, 13 Februari 2012

laporan elektrolisis


LAPORAN KIMIA
SEL ELEKTROLISIS

Oleh:
Ahdiat Sukmawan
Ari Wulandari
Elok Waspadany
Jerry Kenezi
Oktaviana
Ria Wahyu Ningsih
Rulita Lutfiana Sari


SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH
LAMPUNG TENGAH
2011

       I.            Tujuan
o   Mengamati perubahan yang terjadi di anoda dan katoda pada elektrolisis beberapa larutan
o   Menuliskan reaksi-reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis
    II.            Landasan Teori
Elektrolisis merupakan suatu proses yang menggunakan energi listrik agar reaksi kimia nonspontan dapat terjadi. Sel elektrolisis terdiri atas sepasang elektroda yang dicelupkan dalam elektrolit (larutan atau leburan).
Elektron dari listrik searah memasuki larutan melalui katode (kutub negatif), lalu elektron dari katode diserap oleh spesi tertentu dalam larutan dan mengalami reduksi. Sementara itu, spesi tertentu yang lain melepaskan elektron di anode dan mengalami oksidasi. Jadi, reaksi yang terjadi pada di katode dan anode pada sel elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu di katode adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan di anode adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi. Akan tetapi, muatan elektronnya berbeda. Pada sel volta katode bermuatan positif dan anode bermuatan negatif, sedangkan pada sel elektrolisis katode bermuatan negatif dan anode bermuatan positif.



 III.            Alat dan Bahan
1.      Alat
a)      Tabung U
b)      Catu daya
c)      Kawat penghubung atau jepit buaya
d)     Gelas kimia 100 ml
e)      Pipet tetes
f)       Tabung reaksi dan rak
g)      statif
2.      Bahan
a)      Elektroda karbon
b)      Larutan KI 0,5 M
c)      Larutan Na2SO4 0,5 M
d)     Indikator PP
e)      Larutan amilum

 IV.            Cara kerja
A.    Elektrolisis larutan Na2SO4
1)      Statif diletakkan di atas meja. Lalu tabubg U dijepitkan pada statif
2)      Tabung U diisi dengan larutan Na2SO4 sampai tinggi larutan tersebut 1 cm kurang dari ujung tabung U.
3)      Sampel dari larutan Na2SO4 sebanyak 2 ml diambil dengan pipet tetes lalu dimasukkan dalam tabung reaksi.
4)      Kemudian ditambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes lalu perubahan warna dicatat.
5)      Elektroda karbon dicelupkan ke dalam masing-masing ujung tabung U yang pada ujung lain elektroda tersebut telah terhubung dengan jepit buaya.
6)      Kemudian kedua elektroda dihubungkan pada catu daya arus searah sebesar 12 volt selama 10-15 menit.
7)      Setelah selesai, 2 ml larutan di anodadan katoda diambil secara bergantian dan dimasukkan dalam tabung reaksi masing-masing.
8)      Pada masing-masing larutan ditetesi indikator PP sebanyak 3 tetes. Lalu perubahan warna dicatat.
B.     Elektrolisis Larutan KI
1)      Statif diletakkan di atas meja. Lalu tabubg U dijepitkan pada statif
2)      Tabung U diisi dengan larutan KI  sampai tinggi larutan tersebut 1 cm kurang dari ujung tabung U.
3)      Sampel dari larutan KI di anoda dan katoda sebanyak 2 ml diambil dengan pipet tetes lalu dimasukkan dalam tabung reaksi masing-masing.
4)      Lalu pada larutan KI katoda ditambahkan 3 tetes indikator PP dan pada larutan KI anoda ditambahkan 3 tetes larutan amilum. Lalu perubahan warna dicatat.
5)      Elektroda karbon dicelupkan ke dalam masing-masing ujung tabung U yang pada ujung lain elektroda tersebut telah terhubung dengan jepit buaya.
6)      Kemudian kedua elektroda dihubungkan pada catu daya arus searah sebesar 12 volt selama 10-15 menit.
7)      Larutan KI di anoda dan di katoda diambil sebanyak 2 ml secara terpisah lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi masing-masing.
8)      Lalu pada larutan KI katoda ditambahkan 3 tetes indikator PP dan pada larutan KI anoda ditambahkan setetes demi setetes sampai terjadi perubahan warna. Lalu perubahan warna dicatat.




    V.            Data atau hasil
Larutan
Sebelum Dielektrolisis
Setelah Dielektrolisis
Katoda+PP
Anoda+Amilum
Katoda+PP
Anoda+Amilum
Na2SO4
Bening
Merah
KI
Bening
Bening
Merah
Biru tua

 VI.            Pembahasan
Reaksi elektrolisis Larutan Na2SO4 dengan elektroda karbon (C)
Reaksi:                  Na2SO4(aq)                       2 Na2+(aq) + SO42-(aq)
Anoda:                  2 H2O(l)                 4 H+(aq) + O2(g) + 4e
Katoda:                 2 H2O(l) + 2e              H2(g) + 2OH-(aq)

Reaksi Elekrolisis akhir:
Anoda:                  2 H2O(l)                 4 H+(aq) + O(g) + 4e
Katoda:                 4 H2O(l) + 4e              2H2(g) + 4OH-(aq)
                              2 H2O(l)                  2H2(g) + O2(g)


Reaksi elektrolisis Larutan KI dengan elektroda karbon (C)
Reaksi:                  KI(aq)                     K+(aq) + I-(aq)
Anoda:                  2 I-(aq)                   I2(g) + 2e
Katoda:                 2 H2O(l) + 2e              H2(g) + 2OH-(aq)
                              2 H2O(l) + 2 I-(aq)               I2(g) + H2(g) + 2OH-(aq)

Pada praktikum tersebut, terjadi beberapa gejala saat pengamat mengamati terjadinya elektrolisis pala larutan Na2SO4 dan KI. Pada bagian ini, pengamat akan membahas gejala-gejala yang terjadi pada larutan KI. Dalam rentan waktu 15 menit melakukan praktikum dengan larutan KI terlihat bahwa pada katoda terdapat gelembung-gelembung gas yang lebih banyak dan lebih terlihat dibandingkan dengan pada anoda. Gelembung-gelembung gas sebenarnya merupakan gas hidrogen. Jika dilihat pada reaksi di Katoda larutan KI, maka benar adanya bahwa terjadi reaksi reduksi pada katoda. Karena terlihat pada reaksi tersebut bahwa adanya gas hidrogen (H2(g)).
Selanjutnya, timbulnya warna kuning pada anoda. Sebenarnya, warna kuning yang ada pada anoda ini menandakan adanya gas iodin pada reaksi tersebut. Jika dilihat pada reaksi di Anoda larutan KI, maka benar bahwa terjadi reakso oksidasi pada Anoda. Krena terlihat pada reaksi tersebut bahwa adanya gas iodin (I2(g)).
Terjadi pula perubahan warna larutan KI yang diambil dari bagian katoda yang ditambah dengan indikator PP. Sebelum reaksi elektrolisis terjadi, larutan KI berwarna bening, sedangkan setelah terjadi elektrolisis warna larutan KI menjadi merah. Hal ini menandakan bahwa larutan KI di katoda setelah mengalami elektrolisis bersifat basa. (INGAT! Indikator PP tak berwarna/bening-merah). Jika larutan tersebut setelah ditambah dengan indikator PP menghasilkan warna bening, maka larutan tersebut bersifat asam. Dan jika larutan tersebut setelah ditambah dengan indikator PP menghasilkan warna merah, maka larutan tersebut bersifat basa. Berarti benar, bahwa reaksi di katoda bersifat basa (adanya 2OH-(aq) pada reaksi di katoda).
Selanjutnya mengenai gejala yang terjadi pada elektrolisis larutan Na2SO4. Pada elektrolisis larutan ini, terdapat gelembung gas pada katoda yang lebih banyak dibanding yang ada pada anoda. Hal ini sama dengan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI, bahwa dengan adanya gas hidrogen pada katoda berarti terbukti bahwa terjadi reaksi reduksi pada katoda.

Terjadi pula perubahan warna larutan Na2SO4 yang diambil dari bagian katoda yang ditambah dengan indikator PP. Sebelum reaksi elektrolisis terjadi, larutan Na2SO4 berwarna bening, sedangkan setelah terjadi elektrolisis warna larutan Na2SO4 menjadi merah. Hal ini menandakan bahwa larutan Na2SO4 di katoda setelah mengalami elektrolisis bersifat basa. (INGAT! Indikator PP tak berwarna/bening-merah). Jika larutan tersebut setelah ditambah dengan indikator PP menghasilkan warna bening, maka larutan tersebut bersifat asam. Dan jika larutan tersebut setelah ditambah dengan indikator PP menghasilkan warna merah, maka larutan tersebut bersifat basa. Berarti benar, bahwa reaksi di katoda bersifat basa (adanya 2OH-(aq) pada reaksi di katoda).

Kesimpulan
Dari percobaan tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa terjadi reaksi reduksi pada katoda dan reaksi oksidasi pada anoda disetiap larutan elektrolisis hal ini dapat dibuktikan dengan adanya gas hidrogen pada katoda larutan KI, adanya gas iodin pada anoda larutan KI, serta adanya gas hidrogen pada katoda larutan Na2SO4. Larutan Na2SO4 di katoda setelah mengalami elektrolisis bersifat basa begitu juga dengan larutan KI di katoda setelah mengalami elektrolisis bersifat basa hal ini terbukti karena adanya perubahan warna dari bening menjadi merah setelah ditambah indikator PP dan adanya 2OH-(aq) pada reaksi di katoda.

Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan oleh penulis, penulis dapat menyarankan agar praktikum dilakukan dengan penuh ketelitian dalam mengamati adanya gelembung gas yang ada di katoda dan anoda, serta adanya perubahan warna pada larutan di katoda setelah dilakukan elektrolisis.

Daftar Pustaka
Jauhuratul, Farida.2009.Aktif Belajar KIMIA kelas XII.Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia
Utami, Budi.2009.KIMIA kelas XII.Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia
http://Sel Elektrolisis _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.htm

SEL ELEKTROLISIS
STANDAR KOMPETENSI
2.Menerapkan konsep oksidasi reduksi dalam sistim elektrokimia dalam tekhnologi dan kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
2.2.Menjelaskan reaksi oksidasi reduksi dalam sel elektrolisis
2.3 Menerapkan hukum faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit
Sel Elektrolisis :
a.Terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia,contoh : penyepuhan
b.Reaksi redoks berlangsung tidak spontan
c.Memiliki 2 kutub : katoda ( -)  dan anoda ( + )
Berikut hal-hal yang berkaitan dengan elektrolisis.
1. Reaksi pada Katode
Oleh karena katode bermuatan negatif maka pada katode
terjadi reaksi reduksi. Reaksi di katode bergantung jenis
kation dalam larutan.
a. Kation dapat berasal dari golongan alkali, alkali tanah, Al
atau Mn yaitu ion-ion logam yang memiliki elektrode
lebih dari kecil atau lebih negatif daripada pelarut (air),
sehingga air yang tereduksi.
Reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
2 H2O(l) + 2 e¯ → 2 OH¯(aq) + H2(g)
b. Ion-ion logam yang memiliki E° lebih besar dari -0,83direduksi menjadi logam yang diendapkan pada
permukaan katode.
M+ + e¯ → M
c. Ion H+ dari asam direduksi menjadi gas hidrogen (H2)
2 H+(aq) + 2 e¯ → H2(g)
d. Apabila di dalam elektrolisis yang dipakai adalah leburan,
maka akan terjadi reaksi seperti berikut.
Mn2+ + e¯ → M
2. Reaksi pada Anode
Oleh karena anode bermuatan positif maka pada anode
terjadi reaksi oksidasi.
a. Ion-ion sisa asam oksi, misalnya SO42¯ dan NO3¯ tidak
teroksidasi maka yang dioksidasi adalah air.
2 H2O(l) → 4 H+(aq) + 4 e¯ + O2(g)
b. Ion-ion halida yaitu F–, Br–, I¯ dioksidasi menjadi halogen
(X2) yaitu F2, Cl2, Br2, I2 dengan reaksi seperti berikut.
2 X¯ → X2 + 2 e¯
c. Ion OH¯ dari basa yang dioksidasi menjadi gas oksigen(O2).
4 OH¯(aq) → 2 H2O(l) + 4 e¯ + O2(g)
3. Bahan Elektrode
a. Apabila dalam reaksi elektrolisis menggunakan elektrode
terbuat dari C, Pt dan Au atau logam inert, maka elektrode
tersebut tidak bereaksi.
b. Apabila elektrode terbuat dari logam aktif misal Cu maka
anode tersebut akan mengalami oksidasi.
Reaksi yang terjadi seperti berikut.
M → Mn+ + n e¯
Bagaimana reaksi redoks dalam sel elektrolisis?
Pada saat selelektrolisis dihubungkan dengan sumber arus listrik maka anionyaitu ion negatif dalam elektrolit ditarik ke anode yang
bermuatan positif. Adapun kation yaitu ion positif ditarik ke
katode yang bermuatan negatif. Ion yang bereaksi di elektrode
menjadi tidak bermuatan. Elektron mengalir dari anode ke
baterai dan dari baterai ke katode.
1.Tentukan reaksi elektrolisis leburan NaCl dengan elektrode
grafit.
Penyelesaian:
Pada elektrolis leburan NaCl, maka pada katode terjadi reaksi
reduksi ion logam Na.
Katode : Na+(aq) + e¯ → Na(s)
Anode : 2 Cl¯(aq) → Cl2(g) + 2 e¯
Na+(aq) + 2 Cl¯(aq) → Cl2(g) + Na(s)
2. Tentukan reaksi elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda Cu
Oleh karena elektrodenya adalah Cu, maka pada anode
terjadi oksidasi Cu menjadi ion yang terlarut.
Reaksi ionisasi dari CuSO4 seperti berikut.
CuSO4(aq) → Cu2+(aq) + SO4 2¯(aq)
Reaksi elektrolisis dapat ditulis seperti berikut.
Katode : Cu2+(aq) + 2 e¯ → Cu(s)
Anode : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2 e¯
Cu(s) → Cu(s)
Latihan :
 Tuliskan reaksi elektrolisis berikut ini :
  1. Larutan H2SO4 dengan elektroda C
  2. Larutan H2SO4 dengan elektroda  Cu
  3. .Larutan AgNO3  denganelketroda Pt
  4. Larutan FeSO4 dengan elektroda Ni
  5. Leburan MgCl2 dengan elektroda platina
  6. Larutan NaCl dengan elektroda karbon
  7. Larutan NiSO4 dengan elektroda Ag
  8. Larutan Na2SO4 dengan elektroda  Kar bon
Prinsip elektrolisis dapat diterapkan dalam industri, antara
lain elektroplating (pelapisan logam secara listrik). Elektroplating
adalah proses pelapisan suatu logam dengan logam lain dengan
cara elektrolisis.
Tujuan dari pelapisan ini ialah untuk melindungi
logam yang mudah rusak karena udara (korosi) dengan logam
lain yang tidak mudah berkarat atau tahan korosi.
Elektroplating dapat dilakukan pada beberapa logam oleh
beberapa logam yang lainnya yang tidak mudah berkarat.
Misalnya: Logam lain dilapisi nikel disebut parnikel, logam lain
dilapisi krom disebut perkrom, dan besi dilapisi
tembaga.
Prinsip elektroplating ialah sebagai berikut.
- Katode : logam yang akan dilapisi.
- Anode : logam untuk melapisi.
- Elektrolit : garam dari logam anode.
Contoh
Besi akan dilapisi tembaga, maka sebagai katodenya adalah besi,
anodenya tembaga, dan sebagai elektrolit adalah tembaga sulfat
CuSO4.
Reaksi yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut.
Ion Cu2+ bergerak ke katode, mengambil elektron dan menjadi
logam tembaga yang menempel pada besi katode.
Katode : Cu2+(aq) + 2 e¯ → Cu(s)
Ion SO42¯ bergerak ke anode memberikan elektron dan bereaksi
dengan tembaga anode.
Anode : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2 e¯
Lama kelamaan tembaga pada anode berkurang dan besi katode
dilapisi tembaga. Bila proses ini makin lama, maka pelapisannya
makin tebal.
Pemanfaatan elektrolisis terus berkembang. Penelitianpenelitian
elektrolisis terus dilakukan. Di Indonesia penelitian
ini banyak dilakukan di laboratorium BATAN (Badan Tenaga
Nuklir Indonesia) yang berada di Yogyakarta, Jawa Tengah
Hitungan dalam elektrolisis :
Hukum Faraday I : Banyaknya zat yang bereaksi pada elektrolisis sebanding dengan jumlah listrik yang digunakan tiap 1 mol e Faraday =96 500 coulomb
     w = e.F  atau    w = Ar.i.t /e.96500      
                                           massaekivalen =Ar / e
                                           i=kuat arus (A)
t = waktu (dt)
    C = i.t                          m =massa yang diendapkan (gr)
Hukum Faraday II:
Jika 2 atau lebih larutan dielektrolisis secara bersama-sama dengan jumlah arus listrik yang sama,maka massa endapan pada masing-masing kutub katoda sbb:
w1 : w2  = e1 : e2
Contoh :  Diberikan reaksi sebagai berikut.
Zn2+(aq) + 2 e¯ → Zn(s)
Jika arus sebesar 10 ampere mengalir ke katode selama 10
menit, berapa banyak Zn yang terbentuk? (Ar Zn = 65)
Penyelesaian:
Diketahui : I = 10 A
t = 10 menit = 600 sekon
Ar Zn = 65
Me = 65/2=32,5
Ditanya : GZn … ?
Jawab :           G = e.i.t/96500=  32,5 10 A 600 s /9650
= 2,02 gram
Jadi, perak yang mengendap 2,02 gram.
1. Pada elektrolisis AgNO3 dengan elektrode karbon digunakan arus listrik 2 ampere selama
20 menit. Hitung perak (Ar Ag = 108) yang diendapkan pada katode!
2. Larutan Cu(NO3)2 dielektrolisis dengan elektrode platina dan diperoleh tembaga 12,7 gram.
Hitung volume oksigen yang dihasilkan pada anode!
3. Arus listrik yang sama dialirkan ke dalam larutan CuCl2 dan ke dalam larutan CrCl2. Bila
0,635 gr Cu terendapkan hitung massa Cr yang terendapkan!
(Ar Cr = 52, Ar Cu = 63,5)
4. Pada suatu elektrolisis larutan MSO4 pada katode terbentuk 0,28 gram logam M. Larutan
hasil elektrolisis dapat dinetralkan dengan 50 mL larutan 0,2 mol NaOH. Hitung massa
atom relatif unsur M!
http://lifnid.wordpress.com/kelas-xii/2-redoks-dan-sel-elektrokimia/sel-elektrolisis/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar